Berbagi Berita Merangkai Cerita

Musda Golkar NTB Akhir Juli

175
Misbach Mulyadi

MATARAM, DS- Musyawarah daerah (Musda) Golkar NTB akan dilaksanakan paling lambat pada 31 Juli 2020. Hal serupa juga akan diikuti oleh pelaksanaan musda tingkat kabupaten/kota yang direncakan paling lambat hingga 31 Agustus 2020.

Ketua Harian DPD I Golkar NTB, H Misbach Mulyadi mengatakan, pihak DPP telah menerbitkan instruksi pada DPD I dan II agar melaksanakan Musda ditingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Musda DPD I Golkar NTB dulu, yaitu batas waktunya paling lambat 31 Juli. Nah, baru kemudian musda DPD II kabupaten/kota se-NTB dengan batas waktu paling lambat tanggal 31 Agustus 2020 mendatang,” ujar Misbach menjawab wartawan, Minggu (5/7).

Ketua Fraksi Golkar DPRD NTB itu mengungkapkan, instruksi pelaksanaan Musda itu telah tertuang dalam surat DPP Golkar bernomor SI-2/GOLKAR/VII/2020 untuk musda tingkat provinsi.

Selanjutnya, instruksi berikutnya tertuang pada surat bernomor SI-3/GOLKAR/VII/2020 terkait pelaksanaan musda tingkat kabupaten/kota.

“Surat instruksi itu dikeluarkan oleh pihak DPP Partai secara bersamaan, tepatnya pada Rabu (1/7) lalu di Jakarta,” kata Misbach.

Menurut dia, selain NTB, terdapat tujuh provinsi lainnya yang diinstruksikan menggelar musda berdasarkan surat instruksi tersebut.

Yakni, Sumatera Utara, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat. “Jadi, totalnya ada 8 provinsi yang diinntruksikan menyelenggarakan musda tingkat provinsi, salah satunya kita (NTB),” ucap Misbach.

Khusus Golkar NTB. Ia mengaku, pihaknya telah siap melaksanakan musda sesuai dengan instruksi DPP Golkar.  Dimana, pihaknya tengah mempersiapkan segalanya. Termasuk, pembentukan Steering Comitee dan Organizing Comitee (OC). “Persiapan sudah di laksanakan jauh hari, SC dan OC sudah terbentuk,” ungkap Misbach.

Terkait lokasi Musda. Sejauh ini akan dilakukan rapat kembali untuk diputuskan melalui rapat internal. Apalagi, Musda DPD II Golkar, diprioritaskan bagi kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada 2020.

“Jadi untuk lokasi kita belum tentukan, nanti kita rapatkan. Yang pasti kami siap menyelenggarakan musda,” kata Misbach.

Ia menuturkan, bagi kabupaten/kota yang tidak melangsungkan pilkada, musda diharapkan bisa menjadi sarana konsolidasi politik untuk menyongsong agenda politik lainnya. “Yang jelas, ini adalah upaya Partai Golkar untuk terus melakukan konsolidasi,” kata Misbach.

Namun demikian, pihaknya berpesan, agar kompetisi dalam memperebutkan posisi Ketua DPD Partai Golkar kabupaten/kota tersebut tetap dilakukan dengan cara santun dan kondusif.

“Perlu diketahui, jadi sesuai AD/ART yang sudah dua periode tidak boleh maju. Karena maksimal dua periode saja, dan ini berlaku bagi semuanya (DPP/DPDI/DPDII). Dan 60 persen nantinya pengurus diharapkan datang dari generasi muda, yaitu usia 40 tahun kebawah,” tandas Misbach Mulyadi.

Diketahui, sebagaimana diberitakan DPD Golkar NTB sempat menunda pelaksanaan musda, itu dikarenakan Covid-19. Bahkan ada dua nama santer disebut bertarung memperebutkan posisi ketua DPD Golkar NTB yakni Suhaili FT dan Ahyar Abduh. Meski begitu, belakangan muncul pula sebuah nama yang akan digadang-gadang juga bakal ikut bertarung pada musda ini, yaitu Sari Yuliati. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.