BSK Samawa

Muktamar ke 1 NWDI, Mahasiswa Hamzanwadi Mulai Pasang Baner di Jalan Protokol

FOTO. Mahasiswa Universitas Hamzanwadi saat memasang spanduk dan baner ucapan muktamar NWDI ke-1 di jalan protokoler di Pulau Lombok. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) ke-1, pada tanggal 29-31 Januari di Ponpes Darunnahdlatain, Pancor, Lombok Timur, bakal kian semarak. Mahasiswa yang dikoordinir BEM Universitas Hamzanwadi melakukan pemasangan banner di sejumlah ruas jalan protokoler di wilayah NTB.

Bahkan, semarak Muktamar juga mulai menggema di sejumlah kanal media sosial.

“Hal ini adalah bentuk kecintaan kami kepada Maulana TGH KH M Zainuddin Abdul Madjid sebagai rasa bangga kami karena sebagai tuan rumah Muktamar 1. Saya harap muktamar ini dapat menghasilkan gagasan membangun umat dan bangsa,” kata Wakil presiden Mahasiswa Mirzan Agus Pratama menjawab wartawan, Kamis (27/1).

Ia mengatakan, aksi pemasangan baner dan siar di media sosial adalah bentuk semarak Muktamar agar lebih mampu menyapa ruang Nusantara. Apalagi, muktamar kali ini, tidak lain melanjutkan NWDI 1936 yang harus di maknai sebagai ajang silaturrahmi nasional dalam rangka menata organisasi, serta mengokohkan semangat kebersamaan antara semua pengurus, abituren dan pencinta Maulana Syekh.

“Adapun point-point dari muktamar ini, NWDI mengajak element bangsa untuk terus berkomitmen membangun Indonesia dengan mengedepankan kebersamaan dan persaudaraan. Yang kedua, NWDI mendorong pemerintah melaksanakan amanat konstitusi, terkhusus dalam keadaan pandemi dengan prioritas kesematan jiwa anak bangsa,” jelas Mirzan.

Sementara itu, salah satu Dewan Pengarah Panitia Muktamar ke-1 NWDI, Najmul Akhyar mengatakan, ajang muktamar kali ini, adalah upaya pihaknya untuk berikhtiar bersama pemerintah melakukan pemulihan ekonomi nasional.

“Disini, kami meminta Pemerintah harus juga mengantisipasi perubahan sosial pascapandemi, khususnya yang berdampak pada kesatuan dan persatuan bangsa dan kerukunan nasional,” tandas Najmul. RUL.

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.