Berbagi Berita Merangkai Cerita

MUI NTB Sayangkan Insiden Pembakaran Bendera PDIP

341

MATARAM, DS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyayangkan, aksi demonstrasi PA212 dan sejumlah elemen masyarakat yang diikuti pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada unjuk rasa Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) pada Rabu (24/6) lalu.

Ketua MUI NTB Prof H. Syaiful Muslim meminta aparat penegak hukum bersikap tegas terkait aksi pembakaran tersebut. Ia juga mendesak pemerintah agar segera menuntaskan polemik RUU HIP dengan mengajak semua pihak. Diantaranya, seluruh pimpinan ormas islam untuk duduk bersama-sama mendengarkan pandangan mereka masing-masing terkait RUU HIP tersebut.

“Kalau soal pembakaran bendera partai, silahkan aparat penegak hukum memproses para pelakunya. Tapi, yang urgen itu adalah bagaimana pemerintah harus segera mendudukkan semua pihak. Ini penting, jangan sampai aksi pembakaran bendera mengalihkan isu utama bangsa berupa penanganan pandemi Covid-19,” ujarnya menjawab wartawan, Selasa (30/6).

Prof Muslim mengatakan, dalam posisi pandemi Covid-19, pihaknya meminta semua pihak untuk bergandengan tangan membantu pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Menurut dia, dalam situasi serba sulit akibat pandemi Covid-19 dan kegaduhan politik saat ini, pihaknya sangat memahami jika masyarakat sangat mudah tersulut emosinya.

Oleh karena itu, siapapun pihak, mulai jajaran eksekutif dan legislatif harus bisa mengerem diri dari saling mengecam dan mengintimidasi antar satu pihak dengan pihak lainnya terkait pernyataan mereka yang diumbar ke publik.

“Marilah, situasi yang panas dan sulit ini kita lakukan dengan menyetop mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Siapapun itu, buatlah pernyataan yang teduh pada masyarakat, jangan lagi ada provokasi,” tegas Prof Muslim.

Ia menghendaki, khusus pemimpin di NTB, harus bisa menjadi contoh bagaimana mampu membuat pernyataan yang terus membuat dan membangkitkan optimisme masyarakat dalam situasi yang serba sulit NTB.

“Semoga virus baik berupa semngat optimisme dan tidak emosional muncul dari NTB untuk bisa menjadi contoh bagi bangsa Indonesia,” ucap Prof Muslim. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.