Berbagi Berita Merangkai Cerita

Mori Nilai Sumberdaya NTB Dinikmati Kelompok Tertentu 

0 9

MATARAM, DS – Bakal calon wakil gubernur (Bacawagub) NTB Mori Hanafi M.Comm, menilai ketimpangan kewilayahan, baik dari sisi perekonomian dan pembangunan di NTB, masih terjadi begitu lebar. Parahnya, 80 persen sumberdaya itu, justru dinikmati satu kelompok tertentu. Hal ini merujuk data yang dirilis oleh BPK RI dalam kurun wakktu empat tahun terakhir ini.

“Jujur, fakta empiris ini yang membuat kita sedih dan prihatin ditengah pemerintahan saat ini, selalu mengklaim provinsi NTB telah maju dan sejajar dengan wilayah lainnya di Indonesia,” ujar Mori saat menyampaikan sambutannya pada Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) PDIP Lobar di gedung serbaguna, Kota Gerung, Lobar, Rabu (24/1).

Menurutnya, jika merujuk laporan BPS NTB, maka terlihat jelas ketimpangan pendapatan dan pengeluaran penduduk di NTB masuk dalam kategori menengah. Itu artinya, ketimpangan pendapatan antara penduduk miskin dengan yang kaya masih terdapat jurang cukup lebar.

Terlebih lagi ketimpangan pendapatan lebih melebar di perkotaan dibandingkan dengan pedesaan. “Inilah dasar saya dan pak Ahyar maju dalam kontestasi Pilgub NTB 2018, tidak lain mencoba membenahi jurang ketimpangan itu agar bisa lebih pendek melalui program NTB untuk semua,” kata Mori Hanafi.

Wakil Ketua DPRD NTB itu menuturkan, pilihan PDIP untuk mengusungnya dalam Pilgub tidak lain untuk memastikan agar semua masyarakat NTB memperoleh persamaan hak yang sama. Sehingga, diharapkan tidak akan ada lagi satu kelompok yang kian gemuk, melainkan semua masyarakat memperoleh perlakuan yang sama.

“Ketika PDIP memilih kami, itupun tanpa adanya mahar apapun. Ini lebih pada adanya persamaan platform, bahwasanya pembangunan itu harus merata antar wilayah dan masyarakatnya yakni, Pulau Lombok dan Sumbawa.  Kami optimis, dukungan PDIP mengkonfirmasi, jika saya dan pak Ahyar adalah paslon pemenang di Pilgub 2018,” tegas Mori disambut tepuk tangan ratusan kader PDIP.

Ia berharap, PDIP bukan hanya merupakan parpol pengusung saat pemenangan di Pilkada kali ini. Namun PDIP mampu mengawal perjalanannya saat memerintah kedepannya. “Prinsipnya, kita ingin membangun NTB dengan kebersamaan. Disitulah PDIP harus masuk jadi pinoner utamanya. Termasuk, kami akan siap bersama-sama bersinergi guna memenangkan Pak Izzul Islam di Pilkada Lobar,” tandas Mori Hanafi.

Diketahui, BPS NTB mencatat, jika ketimpangan pendapatan ’gini ratio’ di provinsi NTB pada September 2016 terjadi penurunan dan masuk dalam kategori menengah. Yakni, sebesar 0,365. Sementara itu,  provinsi Bangka Belitung sebagai daerah yang memiliki ketimpangan ekonomi terendah sebesar 0,288, dan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai daerah dengan ketimpangan ekonomi tertinggi sebesar 0,425.

Padahal, idealnya untuk menjaga ketimpangan ekonomi antara si kaya dan yang miskin tidak terlalu melebar jauh paling tidak berada di angka 0,2 atau dibawah 0,3. Hal tersebut sangat penting agar jarak ketimpangan ekonomi penduduk kaya dan miskin tidak terpaut jauh yang justru berdampak terhadap jumlah penduduk miskin yang semakin tinggi dan kesenjangan ekonomi yang bisa berdampak terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Leave A Reply