Berbagi Berita Merangkai Cerita

Mobil Patroli Tua Satpol PP Mataram Mogok saat Opgab di Udayana

50


MATARAM, DS – Mobil Patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Mataram yang sering digunakan saat bertugas saat ini, macet total. Itu terjadi pada saat patroli gabungan (Opgab) dalam rangka penertiban bersama TNI/Polri pada Sabtu (11/7) malam.

Mobil operasional itu mogok sekitar pukul 22.17 malam di Jalan Udayana, Kota Mataram. Akibatnya, opgab guna pencegahan Covid-19 tidak bisa diikuti oleh jajaran Satpol setempat.

Kepala Satpol PP Mataram Bayu Pancapati mengaku, tidak bisa berbuat banyak. Sebab, mesin mobil yang sudah tua mengharuskan adanya penggantian. Namun oleh jajaran Pemkot Mataram, hal itu tidak di indahkan.

“Kami sudah lima tahun lalu mengajukan penggantian mobil, namun tidak direspon. Jadi, jangan salahkan jika saat operasi rutin serta opgab kami selalu ketinggalan. Ya itu karena mobil kami sudah tua,” ujar Bayu menjawab wartawan, Minggu (12/7).

Ia mengaku, sempat jajarannya harus rela memperbaiki mobil dengan mengambil mesin bekas mobil rongsokan yang sudah tidak terpakai lagi. Selain itu juga mobil patroli itu memang selayaknya harus diganti.

“Mobil patroli kami sudah tua sekali, Seharusnya ini sudah ada bantuan Pemkot, karena ini yang sering menjadi kendala ketika kami bertugas ke lapangan,” tegas Bayu.

Mantan Lurah Banjar itu sangat merasa kurang enak kepada para personilnya, lantaran harus memperbaiki mobil yang sering mogok. “Kami saja, alatnya mobil yang mogok ini ngambil dari mobil bekas yang tersisa di sebelah kantor,” ucapnya.

Bayu mengatakan, jika merujuk UU Nomor 32 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, maka Pol PP merupakan satu dari enam urusan wajib pemerintah daerah, selain Pendidikan, Kesehatan, PUPR, Perkim dan Sosial.

Namun anehnya, anggaran untuk menopang ketertiban dan kenyamanan masyarakat sangat minim diberikan selama ini.

“Jangankan untuk mengadakan kendaraan operasional sebagai fasilitas penunjang kerja, sekadar untuk kegiatan operasional mendukung Covid-19 saja kami enggak disetujui. Sekali lagi, saya malu sebagai pimpinan kepada bawahan saya terkait minimnya anggaran yang diberikan pada Satpol PP selama ini,” jelasnya.

Sekedar diketahui, anggaran terkecil APBD Pemkot Mataram, memang salah satunya dirasakan oleh Satpol PP, Pasalnya sampai saat ini, kekurangan personil, inventaris, dan mobil patroli, terus dikeluhkan para petugas ini.

“Tidak ada anggarannya mas, jadi kami terpaksa pakai seadanya meski  sering macet-macetan, kadang mobil kami tinggal di lapangan, mau gimana lagi, dari pada tidak ada sama sekali,” tandas Bayu Pancapati.

Sementara, tugas wajib Satpol PP yakni dalam memperbaiki dan menjaga ketentraman masyarakat, meski harus menelan ludah dengan kuantitas yang kurang memadai, seperti anggaran yang cukup kecil.

“Kami coba akan jalan dengan seadanya. Memang sulit tapi harus kami lakukan dan sering juga uang kantong saya dan pak Sekretaris selalu keluar untuk menambal beli BBM anggota saat bertugas selama ini,” pungkas Bayu Pancapati. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.