Berbagi Berita Merangkai Cerita

Miris, Dapur Atlet PPLP Mulai Roboh

0 11

MATARAM, DS – Dalam dunia olahraga, salah satu faktor untuk memperoleh prestasi bagi seorang atlet adalah dukungan penuh dari berbagai pihak. Apalagi, tak ada Ronaldo, Messi dan Manny Pacquiao berprestasi tanpa dukungan total dari pihak lain. Begitu juga atlet yang ada di Provinsi NTB.

Dipastikan, keberhasilan mereka dapat berjaya membawa nama harum daerah selama ini tidak lain, dikarenakan adanya songkongan total dari Pemprov terkait. Yakni, keberadaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) NTB.

Meski demikian, keberadaan PPLP saat ini dirasa sangat memperihatinkan. Itu terlihat dari keberadaan dapur atletnya yang rusak. Bahkan, sudah mulai roboh.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB Hj. Husnanidiaty Nurdin membenarkan jika kondisi PPLP di komplek Lapangan Lawata, Gomong Kota Mataram memperihatinkan.

“Apa jadinya kalau atlet dituntut untuk berprestasi, namun, fasilitas sarana dan prasarana yang disediakan tidak bagus bahkan tidak layak. Ini termasuk ruang dapurnya yang mulai roboh,” ujarnya menjawab wartawan, Senin (14/7) kemarin.

Husnanidiaty mengaku, keberhasilan atlet atletik asal KLU, Lalu Muhamad Zohri yang mampu meraih emas di nomor lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20 yang digelar di Tempere, Finlandia baru-baru ini tidak lain merupakan produk binaan PPLP NTB.

Ia mengklaim, sudah banyak atlet kelas dunia yang dihasilkan PPLP NTB. Sementara, total atlet yang menghuni PPLP saat ini berjumlah sebanyak 52 orang. Dimana, terdapat empat cabang olahraga (Cabor) yang intensif dibina oleh PPLP. Diantaranya, Bola voli indoor dan pasir, Atletik, Takraw dan Pencak Silat

“Kalau Zohri itu kita rekrut masuk PPLP tahun 2016 dari hasil kejuaraan lomba atletik tahun 2015 lalu. Jadi, PPLP ini sepenuhnya milik pemerintah,” kata Husnanidiaty

Menurutnya, PPLP sebagai muara tempat berkumpulnya para atlet muda berbakat disatu daerah, perannya memang sangat dibutuhkan. Sebab, atlet muda harapan bangsa tersebut butuh tempat dan fasilitas latihan yang mumpuni,agar mereka dapat berkonsentrasi dan nyaman dalam berlatih.

“Di PPLP semua biaya sekolah atlet itu ditanggung oleh pemerintah, termasuk baju, sepatu juga makannya dibiayai oleh negara,” ungkapnya.

Husnanidiaty menjelaskan, agar gizi atlet terpenuhi, maka kebutuhan gizi, vitamin dan obat cacing para atlet juga diperhatikan. Langkah itu dilakukannya karena para atlet itu diibaratkannya seperti keluarga.

“Atlet di PPLP itu seperti anak saya. Makanya, semua kebutuhan mereka dari mulai tidur hingga bangun tidur kita urus semuanya. Termasuk, pembalutnya juga saya cek langsung. Itu saya lakukan sendiri,” jelasnya.

Meski telah banyak menghasilkan atlet berbakat bagi bangsa Indonesia. Hanya saja, di PPLP memang butuh banyak bantuan. Diantaranya, sarana dan prasarana atau fasilitas yang ada di PPLP  dalam tiga tahun terakhir memang butuh perhatian.

Apalagi, kata Husnanidiaty, jika merujuk anggaran yang ada saat ini, maka setiap tahunnya pihaknya hanya bisa mengalokasikan satu sepatu untuk atlet latihan dan satu sepatu untuk sekolah mereka tiap tahunnya.

“Tugas pemerintah itu adalah mengurus atlet, jadi siapa saja yang siap menyumbang, kita sangat apresiasi, karena yang pasti, dalam meraih satu prestasi atlet butuh dukungan moril dan materil dari pihak-pihak terkait. Prestasi tanpa dukungan mustahil diperoleh,” tegasnya.

Husnanidiaty menambahkan, pihaknya berencana akan menambah sebanyak 10 orang atlet dalam PPLP pada APBD Perubahan 2018. Yakni, Rp 1 miliar. Sedangkan, dana pada APBD murni 2018 dialokasikan hanya sekitar Rp 600 juta. “Sementara, kita juga butuh Rp 1 miliar lagi dari APBN untuk bisa menambah pembinaan cabor lainnya serta memperbaiki sarana dan prasana di PPLP,” tandasnya. RUL.

Leave A Reply