Menu

Mode Gelap

Keamanan · 5 Mei 2022 13:50 WITA ·

Minta Warga Budha Kembali ke Rumah, Dandim Jamin Keamanan dan Keselamatan Warga


					FOTO.Dandim 1606 Mataram, Letkol. Arm. Arief Rahman, mendampingi Kasrem 162 Kol. Inf. Sudarwo Aris Nurcahyo, S saat berdialog dengan warga Budha di pengungsian. (FOTO. RUL/DS). Perbesar

FOTO.Dandim 1606 Mataram, Letkol. Arm. Arief Rahman, mendampingi Kasrem 162 Kol. Inf. Sudarwo Aris Nurcahyo, S saat berdialog dengan warga Budha di pengungsian. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Dandim 1606 Mataram, Letkol. Arm. Arief Rahman, mendampingi Kasrem 162 Kol. Inf. Sudarwo Aris Nurcahyo, S, meninjau situasi dan kondisi masyarakat pasca bentrok antar dua warga di dua Dusun di Mereje Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Rabu Sore (4/5).

Dandim meminta agar warga Ummat Budha Dusun Ganjar yang ada di lokasi pengungsian untuk pulang ke rumah masing-masing.

Selain itu, ia meminta, warga Budha untuk tetap beraktifitas dan berinteraksi dengan masyarakat sebagaimana biasa.

Pasalnya, jika merujuk laporan personilnya, masalah yang muncul bukan persoalan yang besar.

“Namanya juga kita hidup berdampingan, pasti ada saja riak riak kecil yang kemudian bisa selesai secara kekeluargaan tanpa campur tangan pihak lain. Maka, aneh mengapa ini bisa meluas hingga kejadian pembakaran terhadap pemukiman penduduk beberapa hari lalu,,” ujar Letkol Arief pada wartwan dalam pesan tertulisnya, Kamis (5/5).

Dihadapan Kasrem 162 dan sejumlah tokoh Desa Mareje. Dandim memastikan, siap menjamin keselamatan dan keamanan warga setempat.

Karena itu, ia mengancam jika ada pihak yang mencoba melakukan gerakan mengganggu kamtibmas, maka mereka akan berhadapan dengan aparat TNI AD.

“Kehadiran TNI-AD disini bersifat membantu Kepolisian. Tapi kalau ada yang bersikap sudah merusak dan membuat situasi masyarakat terganggu, kami akan turun untuk melawannya,” tegas Dandim.

Ia mengherankan kejadian awal yang hanya dipicu adanya petasan, lantas dilanjutkan adanya pembakaran rumah. Hal ini sangat disayangkannya.

Sebab, keberadaan petasan yang sudah jelas dilarang namun dipergunakan seenaknya, tentu akan menimbulkan sejumlah pertanyaan.

“Sekarang, sudah saatnya untuk berfikir dan menarik benang merah kejadian kejadian lain yang disebabkan oleh ledakan atau letupan suara petasan. Padahal, yang ditangkap adalah parai pedagang pengecer petasan yang bermodal kecil. Sementara, siapa pemasok besar petasan di daerah ini, justru belum bisa diungkapkan ke publik,” jelas Dandim. 031

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 21.286 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Wagub Harap NTB Rekrut Lebih Banyak Polisi Wanita

8 Agustus 2022 - 19:05 WITA

Polda NTB Gelar Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan MXGP

22 Juni 2022 - 18:20 WITA

Aparat Gabungan Amankan Gelaran MXGP Samota Sumbawa

21 Juni 2022 - 16:26 WITA

Ciptakan Rasa Aman Puluhan Personil Polresta Mataram Amankan Konser Musik Artis Tulus

20 Juni 2022 - 08:52 WITA

Aster KSAD Minta Prajurit TNI Fokus Bantu Tingkatkan Infrastruktur Masyarakat Desa

4 Juni 2022 - 18:04 WITA

Jadi Irup Setiap Tanggal 17, Danrem Minta Personil TNI AD Pedomani Sapta Marga dan Sumpah Prajurit

18 Mei 2022 - 17:42 WITA

Trending di Keamanan