Berbagi Berita Merangkai Cerita

Minim Koordinasi, DPRD NTB Sebut “Zero Waste” Hebat Diatas Kertas

31

FOTO. Akhdiansyah.

MATARAM, DS – Anggota DPRD NTB Fraksi PKB, Akhdiansyah menilai program “zero waste” atau bebas sampah yang digaungkan oleh Pemprov NTB hanya hebat diatas kertas. Prakteknya di lapangan dinilai belum optimal dan tidak pernah menyentuh masyarakat.

Akhdiansyah melihat banyak program “zero waste” yang sejatinya diperuntukkan kepada masyarakat melalui pembentukan kelompok bank sampah ternyata tidak sesuai karena dinilai hanya menguntungkan kelompok tertentu.

“Kami banyak menerima laporan dan pengaduan masyarakat yang mempertanyakan program ini, karena merasa tidak pernah diakomodir. Padahal, mereka sudah mengajukan usulan tapi tidak pernah mendapat respon, meski programnnya banyak,” kata Akhdiansyah pada wartawan, Rabu (3/2).

Selain itu, Guru Toi sapaan akrab Akhdiansyah, kemudian menyinggung soal koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota yang terlihat tidak berjalan maksimal sehingga terkesan jalan sendiri-sendiri.

“Provinsi itu sifatnya koordinasi, kabupaten kota tinggal kerja. Tapi rupanya itu tidak berjalan, terbukti di beberapa tempat sampah masih ditemukan berserakan. Buktinya Gubernur sampai turun melihat sampah di wilayah Kota Mataram, sehingga wajar kita pesimis program ini akan berhasil,” jelasnya.

Terkait hal itu, kata Akhdiansyah, pihaknya berharap program “zero waste” dapat di evaluasi oleh Pemprov NTB, sehingga kedepan program yang telah digaungkan gubernur dan wakil gubernur tersebut bisa berjalan maksimal.

“Kenapa kita sampaiakan sikap seperti itu, supaya program ini berhasil dan sukses,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.