Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Mereplikasi Pare Kediri,  Lombok Timur akan Bentuk Kampung Inggris

0 17

SELONG,DS-Kabupaten Lombok Timur akan memiliki Kampung Inggris tahun 2020. Kampung itu tepatnya akan berada di Desa Teta Batu Selatan, Kecamatan Sikur. Pemkab setempat akan menggelontorkan dana SEKIRA Rp 1,5 miliar untuk mewujudkan mimpi itu.

Kampung Inggris diyakini mampu menunjang sektor kepariwisataan  Lombok Timur yang tengah menggeliat. Karena itu, Bupati Lombok Timur, H.Sukiman Azmy, memaparkan niatnya  tersebut di hadapan wartawan dalam jumpa pers di Tete Batu Selatan, belum lama ini. Hal itu kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan delegasi Lotim terkait ke lokasi eduwisata di Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur.

Nampak kehadiran Kampung Inggris di sana benar-benar berdampak bagi perekonomian masyarakat setempat. Sebutlah dengan rata-rata 5000 kunjungan, perputaran uang di kawasan itu diperkirakan mencapai Rp10 miliar perbulan.

“Di saat biasa seperti ini angka kunjungan bisa 3000 sampai 5000 orang. Tapi di musim liburan bisa tiga kali lipat hingga 15 ribu orang,” kata Direktur River Side English Club, Muhammad Tatha, saat menerima kunjungan rombongan studi banding Pemda Lombok Timur, Kamis (16/1) di Pare, Kediri, Jawa Timur. Ia merinci kawasan Kampung Inggris Pare  tersebar di Desa Tulung Rejo, Desa Pelem dan Desa Kecamatan Pare.

Jumlah lembaga kursus bahasa Inggris di tiga desa itu mencapai 175 lembaga. Setiap lembaga kursus rata-rata melayani 500 hingga 1000 peserta setiap bulan dengan masa kursus antara 2 minggu hingga 6 bulan. Jumlah lembaga kursus  bisa meningkat sampai 250 lembaga dimusim liburan. “Lembaga musiman yang menangkap limpahan karena banyaknya peserta. Peserta yang datang dari semua provinsi  dengan beragam latar belakang,” katanya.

Menurut Tatha, perputaran uang di kampung Inggris Pare juga diserap langsung masyarakat setempat. Hampir seluruh warga di tiga desa itu memanfaatkan kamar-kamar di rumah untuk kos-kosan. Tidak hanya itu,  warung kopi hingga kafe live music pun menjamur. Laundry dan jasa penyewaan sepeda juga tumbuh sebagai efek ganda kehadiran Kampung Inggris. Mereka mendapat berkah dengan semakin banyaknya peserta kursus Kampung Inggris.

Salah seorang pemilik warung kopi di jalan Anyelir, Desa Tulung Rejo, Ibu Bagas, mengaku usahanya tak pernah sepi. Ia berdagang mie instan dan beragam minuman ringan. Warungnya laris manis. Pelanggannya adalah para peserta kursus di sekitar jalan Anyelir. “Alhamdulillah untung sedikit tapi modal berputar karena selalu ada yang datang,” katanya.

Terinspirasi pertumbuhan ekonomi Kampung Inggris di Kediri, Pemda Lombok Timur akan mengembangkan Desa Wisata Tete Batu Selatan sebagai sentra eduwisata berbasis pendidikan bahasa Inggris. Karena itulah, rombongan delegasi Pemda Lombok Timur bersama stakeholders kepariwisataan dan aparatur Desa Tete Batu Selatan, melakukan studi banding, Rabu (15/1) hingga Kamis (16/1).

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Dr H Mugni, mengakui Kediri sudah lebih dulu membangun eduwisata Kampung Inggris. “Nah kita datang untuk belajar konsepnya, penerapannya karena kita juga akan kembangkan di Desa Tete Batu Selatan,” katanya seraya menekankan, Pemda Lombok Timur sangat serius mengembangkan Tete Batu Selatan sebagai Desa Eduwisata berbasis Kampung Inggris.

Saat ini Pemda setempat tengah menggandeng sejumlah pihak dan stakeholders terkait untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di destinasi tersebut. “Lotim sudah bergerak dan paling bergairah di sektor pariwisata, apalagi kita juga juara 1 nasional Desa Berkembang. Jadi memang harus siapkan SDM, termasuk dengan melakukan studi banding ini,” katanya.

Ketua Umum Assosiasi Pariwisata Islami Indonesia (APII), TGH Fauzan Zakaria, mengatakan, pengembangan eduwisata Kampung Inggris di Desa Tete Batu Selatan akan memiliki daya tarik tersendiri. Sebab, kawasan Tete Batu Selatan memiliki cukup banyak objek wisata alam yang sudah lama menjadi destinasi wisata.

“Sehingga dengan pengembangan Kampung Inggris seperti di Pare ini maka multiplier effect kepariwisataan akan lebih maksimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” katanya. Pembentukan Desa Wisata dan Edukasi Kampung Inggris akan menambah keunggulan bagi desa tersebut.

“Jadi wisatawan bukan hanya bisa menikmati keindahan alam dan budaya, tetapi juga bisa mengikuti program bahasa Inggris di sana,” katanya. Hm

Leave A Reply