Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 24 Jun 2022 06:44 WITA ·

Menunjukkan KIA, Anak-anak Kota Mataram Bisa Dapat Diskon Belanja


					Hj.Kinnastri Mohan Roliskana. Perbesar

Hj.Kinnastri Mohan Roliskana.

Mataram, DS-Hanya dengan menunjukkan kartu identitas anak (KIA), anak-anak Kota Mataram bisa mendapatkan diskon belanja maupun berenang di sejumlah obyek belanja dan tempat hiburan.

Hal itu dikemukakan Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj.Kinnastri Mohan Roliskana, pada sosialisasi pelayanan terintegrasi anak rentan berbasis sekolah di SMP 16 Mataram, Kamis (23/6). Ketua PAUD Kota Mataram itu memaparkan inovasi tersebut di hadapan guru, siswa, kepala sekolah, dan pimpinan Unicef Indonesia untuk Anak-anak, Melen Kidane yang didampingi M.Akbar.

Istri Walikota Mataram itu mengatakan terdapat 11 tempat yang siap memberikan diskon bagi anak-anak yang bisa menunjukkan KIA. “Ini kelebihan Kota Mataram dibandingkan kabupaten/kota lain,” katanya.

Pada acara itu Dinas Dukcapil setempat juga melakukan pelayanan di sekolah seperti KIA, KK, akta kelahiran dan lain-lain. Ratusan keluarga siswa mengurus keperluan itu sejak pagi hingga menjelang sore.
Menurut Kinnastri, anak-anak dilindungi hak-haknya meliputi berbagai hal baik dalam bidang pendidikan maupun kesehatan.

Ia mengakui permasalahan anak di Kota Mataram sangat kompleks. Sebagai ibukota provinsi, Mataram memiliki masyarakat yang sangat majemuk baik agama maupun suku bangsa. Hal ini sangat memengaruhi pergaulan anak-anak.

Kata Kinnestri, kondisi anak-anak saat ini berubah, terlebih pada masa pandemi yang merubah pola kehidupan anak. Dahulu, kata dia, anak-anak dilarang bermain ke luar rumah kini susah membuat anak keluar rumah untuk lebih banyak bergerak.

Sebaliknya banyak anak-anak yang menjadi generasi “rebahan” karena selama dua tahun hanya main gadget. Kinnastri pun mengatakan jempol anak-anak sekarang lebih besar karena hanya main handphone.

Kepala SMP 16 Mataram, Burhanudin, mengemukakan acara sosialisasi itu tidak lepas dari persoalan yang menimpa siswanya. Sekira 60 persen siswa di sekolah itu mengalami kerentanan, diantaranya tinggal bersama famili lain. Sedangkan orangtua mereka diantaranya bercerai meninggalkan anak-anak yang masih sekolah itu. ian

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kata Gubernur, Perkembangan SMK Cermin Industrialisasi di NTB

13 Agustus 2022 - 18:25 WITA

ABKIN Wadah Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru BK

7 Agustus 2022 - 17:53 WITA

UAS Hadiri Pengukuhan Paguyuban Muslimah NTB, Begini Pesannya

31 Juli 2022 - 10:30 WITA

Pesan Gubernur NTB Cukup Menghentak pada Haul Akbar Syekh Abu Bakar bin Salim

24 Juli 2022 - 20:15 WITA

Isi Kuliah Umum di MAN IC Lombok Timur, Ini Kata Gubernur NTB

21 Juli 2022 - 18:24 WITA

Cerita Klasik Katak Rebus Dilontarkan Gubernur pada Konferensi Kerja III PGRI NTB di Sumbawa

17 Juli 2022 - 16:34 WITA

Trending di Pendidikan