A place where you need to follow for what happening in world cup

Menuju Zero Waste, DLHPKP KLU Luncurkan Gerakan “Membatik”

0 34

KLU, DS-Gerakan Masyarakat Membatasi dan Mengatasi Bahaya Sampah Plastik (MEMBATIK) menjadi terobosan Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DLHPKP) Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk menuju program Zero Waste yang dicanangkan secara nasional oleh pemeintah.

“Kita canangkan program yang kita yakini menjadi bagian dari upaya mendukung program nasional menuju Indonesia bersih dari sampah plastik. Kita namakan gerakan Membatik,” ungkap Kepala Dinas DLHPKP Lombok Utara, H. Rusdi,ST., pada sambutannya saat melaunching gerakan Membatik, Rabu (24/4). Hadir dalam launching, Sekda Lombok Utara, semua unsur pemerhati lingkungan, Dinas LH Provinsi NTB.

Dikatakannya, tujuan dari gerakan Membatik untuk mengurangi tumbuhnya sampah dan mengubah mindset masyarakat melakukan pemilihan sampah langsung pada sumbernya. “Secara urutan dunia sampah plastik kita ada di urutan kedua. Oleh sebab itu mau tidak mau kita harus empati terhadap keadaan ini,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya konsisten mengelola sampah dan Pemprov siap membantu dari segi pendanaan. Sasaran dari gerakan ini adalah mengatasi dan langsung mengedukasi masyarakat untuk mengelola sampah di tempat masing-masing.

“Ini hajat kita bersama dari baik tingkat Pusat, provinsi bahkan kita di daerah,” ujarnya seraya menjelaskan pengelolaan sampah harus dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh melalui peran serta pemerintah sebagai wujud pelayanan dan perlindungan masyarakat untuk menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.

Secara nasional program menuju sampah Zero Waste sudah dikembangkan Indonesia. Dimana kabupaten harus mendukung mengelola sampah secara daur ulang atau regional. Konsep ini menekankan pengelolaan sampah hingga nol persen di TPA.

Rusdi mengakui, TPA di KLU saat ini masih dalam tahap pembangunan baik di Gili maupun di TPA Jugil. Pihaknya akan dibantu oleh Kementerian PUPR.

Sementara itu, Sekda Lombok Utara, H. Suardi, mengatakan, program menuju sampah nol merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting untuk mendorong masyarakat ikut andil mengelola sampah mereka.

“Mari kita kurangi sampah plastik ini dengan jalan mengelola sampah. Dan ada bank sampah kita yang akan mengelola,” ujar Suardi seraya menambahkan sejatinya sampah harus dikelola, Jadi persoalan sampah ini sering menjadi gangguan apalagi sebagai daerah pariwisata yang wajib memberikan rasa nyaman bagi wisatawan.

“Kita ingi semua tergerak tidak hanya masyarakat melainkan OPD juga. Maka dari itu kita di jajaran OPD harus ada bank sampah di masing – masing bahkan hingga ke tingkat desa agar ini bisa bernilai ekonomis,”jelasnya.“Kita sekarang ingin OPD juga tergerak dan mendukung program ini,” tandasnya.man

Leave A Reply

Lewat ke baris perkakas