Berbagi Berita Merangkai Cerita

Menu Makanan Rumahan Sehat dan Murah ala Selly

49

MATARAM, DS – Dimasa pandemi coronavirus Covid-19, kegiatan memasak bersama keluarga bisa menjadi salah satu alternatif selama anggota keluarga kebanyakan berada di rumah saja.
Oleh karena itu pasangan calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Calon Wakil Wali Kota Mataram, Hj. Putu Selly Andayani dan TGH. Abdul Manan menggagas kegiatan ‘Masak Bareng Selly-Manan’ yang dilakukan di kediaman Hajjah Selly di Jalan Panji Masyarakat, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Minggu (30/8).
Menariknya, paslon yang diusung koalisi PKS dan PDIP itu mendemonstrasikan kemampuan mereka meracik bumbu dapur di hadapan ibu-ibu di wilayah kecamatan tersebut dengan menu sederhana. Yakni, Ikan Nila Rajang Lombok.
Bahkan, Bakal Calon Wakil Wali Kota Mataram TGH. Abdul Manan terlihat piawai mengulek bumbu dapur dengan tangannya.
Selly mengatakan, kegiatan memasak ‘bareng Selly-Manan’ yang dilakukannya kali ini adalah upaya dirinya untuk mendorong edukasi antar satu keluarga agar bisa terjalin dengan baik di tengah situasi pandemi Covid-19.
Mengingat, masak bersama keluarga akan dapat meningkatkan komunikasi antar anggota keluarga yang pada hari-hari sebelumnya biasanya sibuk dengan gawainya masing-masing.
“Aktivitas di rumah salah satunya masak, biasanya mama yang masak, sekarang bapak pun bisa masak atau anak-anak bisa coba untuk masak, karena ada waktunya di rumah,” ujarnya pada wartawan di sela-sela kegiatan itu.
Menurut Selly, memasak di rumah tidak harus mahal dan mewah. Namun yang utama makanan yang disajikan haruslah sehat dengan gizi seimbang serta higienis. Makanan tersebut adalah yang terdapat karbohidrat berupa nasi atau nasi merah, protein seperti telur, dan perbanyak makan sayur dan buah.
“Dan, jangan lupa agar mencuci terlebih dulu sayuran dan buah segar sebelum dikonsumsi,” kata dia.
Selly mengungkapkan semua menu yang disajikan berasal dari tanaman hasil kebun hidroponik miliknya. Bahkan, cabai merah dan tomat itu ditanam sendiri di pekarangan rumahnya.
“Jadi memasak itu enggak harus kita beli keluar seluruh bahan-bahannya ke pasar. Kalau kita enggak punya halaman rumah, maka kita bisa tanam melalui pertanian hidroponik yang enggak makan tempat. Jadi, enggak rumit sebenarnya jika kita ingin membuat keluarga itu bahagia dan sehat,” tegasnya.
Terpisah, Bakal Calon Wakil Wali Kota Mataram TGH. Abdul Manan mengaku, kepiawannya memasak diperolehnya saat menuntut ilmu di pondok pesantren (Ponpes). Menurut dia, memasak itu adalah rutinitas kesehariannya selama berada di rumah.
“Kalau anak jebolan Ponpes itu biasanya mandiri. Maka, jangan heran jika tadi saya sempat mengulek bumbu dapur dengan cepat. Bahkan, menggoreng ikan tidak gosong dan rasanya guruh. Ya itu, karena sudah biasa memasak. Insya Allah, semua jenis menu makanan saya bisa lakukan,” kata Tuan Guru Manan.
Dalam kesempatan itu. Selly tak lupa mengingatkan pada puluhan ibu-ibu yang hadir agar disamping makan makanan sehat dan aktivitas fisik, seyognyanya pada masa pandemi Covid-19 cukup istirahat dan berolahraga dengan membuat jadwal tidur yang teratur juga harus dilakukan.
Meskipun masyarakat lebih banyak di rumah. Namun rutinitas yang terjadwal tersebut, mulai dari jadwal bangun pagi, berkegiatan, istirahat, dan waktu makan yang teratur harus mulai disiplin.
Selain itu, dia menyarankan untuk memenuhi hidrasi tubuh, yaitu sekitar 1 liter hingga 1,5 liter sehari untuk anak-anak dan 1,6 liter hingga 2 liter sehari bagi orang dewasa. Degan lebih menyarankan minum air putih tanpa tambahan gula atau minuman bersoda. Air putih juga bisa diganti infused water dengan menambahkan irisan jeruk, lemon, mentimun, daun mint, atau lainnya.
Sedangkan, terkait aktivitas olahraga yang dapat dilakukan di rumah. Hajjah Selly menyarankan, kegiatan, seperti push up, sit up, aerobik, atau video panduan olahraga di internet atau pada aplikasi pada ponsel pintar juga bisa mulai dilakukan.
“Disiplin dalam waktu makan dan olahraga yang teratur selama berada di rumah pada masa pandemi Covid-19 bisa membantu agar daya tahan tubuh kita kuat. Jadi, kalau sudah imunitas kita menjadi kuat karena menu makanan rumah yang bergizi dan seimbang, Insya Alllah, kita akan bisa menghadapi situasi tersulit apapun. Termasuk, pandemi Covid-19 ini,” tandas Hajjah Selly.

Ikan Nila Rajang Lombok

Salah satu menu yang paling mudah untuk disajikan selama pandemi corona ini serta mudah untuk dibuat adalah Ikan Nila Rajang Lombok. Kuliner khas Pulau Lombok ini memiliki cita rasa berbeda. Apalagi, cara membuatnya sangat mudah.
Ikan Nila Rajang Lombok bukan sekadar kuliner lesehan, bahkan hotel dan restoran bintang lima juga memiliki menu ini, tentunya dengan harga yang berbeda jauh. Apapun jenis ikan yang digunakan, baik itu air tawar maupun air laut yang dibuat, tetap saja peminat makanan lokal itu sangat banyak.
Selly lantas membagikan bahan-bahan yang dipergunakan untuk membuat menu lokal yang memiliki gizi seimbang tersebut. Yakni, empat porsi 1 kilogram ikan nila dengan bumbu yang dihaluskan, diantaranya, tujuh siung bawang merah, empat siung bawang putih, setengah ons cabe merah keriting.
Selanjutnya, tiga centimeter laos, satu batang sere, tiga centimeter jahe, satu sdt ketumbar, tiga centimeter kunyit. “Dan, bumbu lainnya bisa sesuai selera. Yakni, cabe hijau dan cabe merah. Kalau orang Mataram dan Lombok pasti suka pedas. Makanya, saya siapkan delapan cabenya,” kata dia.
Selly menganjurkan agar gula dan secukupnya garam serta
300 mili liter air juga harus dipersiapkan. Khusus langkah memasaknya. Ia menganjurkan agar ikan nila di rendam jeruk nipis dan garam terlebih dahulu selama sekitar 30 menit. Selanjutnya, semua bumbu halus itu ditumis sampai harum.
Tak lupa, tambahkan air kira-kira 100 mili liter. Lalu, tambahkan air lagi kira-kira sekitar 200 mili liter sampai mendidih. “Dan jangan lupa, masukkan gula dan garam. Nanti sambil dicoba untuk mengoreksi rasanya,” ucapnya.
Berikutnya, ikan nila itu dimasukkan dengan menambahkan air, serta memasaknya diupayakan dengan api sedang-besar sampai matang. “Kira-kira, sekitar 15 menit, ikan sudah matang. Nanti, tiriskan ikan dari bumbu. Dan, masukkan cabe merah dan cabe ijo besar ke dalam bumbu tumisan. Disini, masaknya dengan api besar, namun sebentar saja,” jelasnya.
Hal berikut yang dilakukan, bumbu tumisan harus dituangkan ke dalam ikan nila yang sudah ditiriskan. “Alhamdulillah, menu ikan nila bumbu rajang Lombok sudah siap dihidangkan untuk keluarga,” tandas Hajjah Selly.

Jual Online
Hajjah Selly yang Mantan Kadis Perdagangan NTB itu mendorong perempuan, khususnya para ibu rumah tangga agar mulai melirik pasar berbisnis kuliner secara online. Menurut dia, agar perekonomian keluarga bisa bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini. Maka, perempuan harus bisa mandiri melalui kelompok khusus UMKM perempuan.
“Dari sekitar 62 juta pengusaha di Indonesia, sebanyak 57 juta di antaranya merupakan pelaku mikro dan kecil. Lalu 60 persen di antaranya dimiliki oleh perempuan, artinya berkontribusi luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkapnya.
Menurut dia, diera digitilisasi saat ini, keberadaan aplikasi jual beli makanan sangat tepat untuk dilirik sebagai upaya memberdayakan ibu rumah tangga yang ingin berbisnis kuliner.
“Nggak perlu mesti buka warung, kafe, atau restoran. Jadi melalui aplikasi itu, ibu-ibu bisa bekerja dari rumah. Yakni, dari dapur sendiri bisa menghasilkan uang,” tegas Selly.
Aplikasi kuliner yang dimaksudkan itu. Sejatinya layaknya marketplace, pelaku usaha memasang makanan yang mereka jual di aplikasi dan selanjutnya makanan akan dikirim melalui layanan pengantaran instan seperti GrabFood atau Gojek Food.
“Kan enak, masakan rumahan kita jual melalui aplikasi. Jadi, kalau kita paham cara menghasilkan uang melalui digitalisasi itu sungguh enak dan mudah. Ingat, pelanggan itu enggak mau ribet, jadi kalau makanan yang kita jual itu dari hasil masakan dapur rumahan, pasti akan banyak peminatnya,” tandas Selly. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.