A place where you need to follow for what happening in world cup

Mendikbud Nadiem Puji Alat Rapid Antigen Buatan Unram, “Enram”

115

FOTO. Mendikbud-Dikti Nadiem Makarim (tengah) saat bersama Gubernur dan Wagub Sitti Rohmi Djalilah (dua kiri) menunjukkan alat rapid antigen Enram. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud-Dikti) Nadiem Makarim mengunjungi Universitas Mataram (Unram), Rabu Sore (6/10).

Ditemani Gubernur Zulkiflimansyah dan Wagub Sitti Rohmi Djalilah, Mendikbud yang mengenakan kaos bertuliskan ‘Merdeka Belajar’ memuji kiprah Unram yang telah mampu menciptakan alat rapid antigen Enram.

Inovasi yang dihasilkan Laboratorium Hepatika dan Universitas Mataram (Unram) tersebut dipuji karena mampu mengetahui hasil tes usap dengan menggunakan Enram bisa diketahui dalam tempo 15 menit.

“Selamat Unram, inovasi Enram ini adalah salah satu inovasi yang terbaik di era Pandemi Covi6, dalam visi Merdeka Belajar itu,” kata Mendikbud Dikti Nadiem Makarim dalam sambutannya.

Sementara itu, terciptanya alat rapid antigen, berawal dari tantangan yang diberikan gubernur. ”Kita diminta untuk bikin inovasi lagi. Akhirnya berkat kerja sama dengan Unram, alat rapid antigen bisa kita buat sendiri,” kata Direktur Laboratorium Hepatika Prof Mulyanto.

Hasil tes usap dengan menggunakan Enram bisa diketahui dalam tempo 15 menit. Tak kalah dengan alat lainnya. Bahkan, kata Mulyanto, jika jumlah virusnya lebih banyak, hasil positif bisa terlihat dalam waktu lima menit.

Soal keunggulan dari Enram, dr M Rizky selaku Wakil Direktur Pendidikan dan Penelian RS Unram mengatakan, ada 86 sampel yang diuji menggunakan alat Enram. Dengan cycle threshold (CT) Value kurang dari 30. ”Sampel ini saat datang, tidak kita ketahui itu positif atau negatif. Karena belum dites,” kata Rizky.

Dari 86 sampel tersebut, dengan menggunakan alat Enram diketahui 33 di antaranya menunjukkan hasil positif. Sementara sisanya, 53 sampel, dengan hasil negatif. Sampel kemudian diuji kembali dengan menggunakan alat PCR. Hasilnya, 34 sampel positif dan 52 sampel negatif.

”Jadi dari perhitungan kami, sensitivitas alat ini 91,2 persen dan spesifitasnya 96,2 persen,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas