Berbagi Berita Merangkai Cerita

Mendagri : Warga NTB Jangan Pilih Calon Kada Tak Patuhi Protokol Covid-19

223

MATARAM, DS – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta masyarakat di NTB agar tidak memilih calon kepala daerah (kada) yang tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19 pada Pilkada Serentak tahun 2020.

Mendagri Tito Karnavian meminta semua pihak, termasuk kontestan dan tim sukses mematuhi protokol kesehatan selama mengikuti tahapan Pilkada 2020.

“Protokol kesehatan diikuti, kalau ada yang kontestan ada tidak bisa mengatur pendukung tim suksesnya sampai terjadi iring-iringan masa, konvoi, ya jangan dipilih lah,” ujar Mendagri Tito menjawab wartawan di kantor Gubernur NTB, Selasa Petang (21/7).

Menurut Tito bagaimana para kepala daerah tersebut dapat mengatur masyarakat yang jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu orang jika pada tahapan pilkada tidak bisa mengatur para pendukung mereka yang jumlahnya hanya 200 sampai 300 orang saja.

Dengan dilaksanakannya Pilkada di masa pandemi Covid-19, maka kata dia konsekuensi pelaksanaan pesta demokrasi di 270 daerah itu tentunya akan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat.

Semua tahapan telah diatur melalui Peraturan KPU dan Peraturan Bawaslu yang telah disetujui oleh DPR dan Pemerintah, setelah melalui konsultasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Kemudian sudah diatur juga protokol-protokol sampai dengan pemungutan suara nanti, termasuk kampanye tidak boleh ada arak-arakan, tidak boleh ada konvoi-konvoi, dibatasi jumlahnya, kalau saya tidak salah 50 orang ya dalam rapat pertemuan terbatas,” ucapnya.

Oleh karena itu, Mendagri berharap pilkada lebih mengarah pada ajang menggaungkan topik dan isu penanganan Covid-19 beserta dampak sosial ekonominya.

“Nah ini semua diatur agar pilkada tidak menjadi media penularan, maka tolong diangkat topiknya nanti adalah peran kepala daerah dalam penanganan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya,” tegas Mendagri.

Kalau topik tersebut menurut dia bisa diangkat maka akan memberikan dampak mobilisasi gerakan besar oleh para penyelenggara, kontestan, pengamanan dari TNI-Polri mendisiplinkan masyarakat dalam rangka untuk mencegah penularan.

Terpisah, Menko Polhukam Mahfud MD Memintansemua pihak untuk menghidupkan politik yang bebas. Oleh karenanya, ia berharap tidak putus asa dari kemajuan demokrasi.

“Politik yang bagus itu, akan membangkitkan hukum yang baik. Demokrasi (kedaulatan rakyat) dan Nomokrasi (Kedaulatan Hukum). Oleh karenanya, mari kita hidupkan politik yang bebas dan budaya politik yang bagus,” kata Mahfud. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.