Berbagi Berita Merangkai Cerita

Menag Yaqut Lantik Prof.Masnun Jabat Rektor UIN Mataram

356

FOTO. Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut saat melantik Prof Dr Masnun Tahir sebagai Rektor UIN Mataram. ## Inzert. Ihsan Hamid. (FOTO. RUL)

MATARAM, DS – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Nahdatul Ulama (NU) Provinsi NTB, Prof Dr Masnun Tahir resmi dilantik menjadi Rektor UIN Mataram periode 2021-2025 di Jakarta oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, Selasa malam (27/7).

Guru besar filsafat UIN Mataram dalam persaingan merebut kursi rektor universitas Islam terkemuka di Provinsi NTB itu mengungguli tiga pesaingnya yakni, Prof Adi Fadli, Prof Mutawali, dan Prof Fahrurrozi.

Prof Masnun menggantikan Prof Mutawalli yang berakhir masa jabatan sebagai rektor pada Selasa (27/7) pukul 24.00 WITA.

Bagi semua Civitas Akademika UIN Mataram, tak terkecuali Ihsan Hamid, MA.Pol, salah satu dosen politik di UIN Mataram, adanya Rektor baru tentu membawa harapan baru untuk membuat UIN Mataram menjadi lebih baik.

“Sebagai bagian dari civitas akademika UIN Mataram, saya berharap dengan kehadiran Rektor baru UIN Mataram dapat segera berbenah menuju kampus yang lebih mandiri dan progrersif secara keilmuan dan kelembagaan,” ujar Ihsan pada wartawan, Rabu (28/7).

Ihsan juga berharap rektor baru dapat memperbaiki aspek kelembagaan, kualitas dan memperbanyak kerjasama dengan pihak luar.

Di mana, kelembagaan UIN Mataram kedepan harus lebih baik dalam manajemen tata kelola kelembagaan, baik kelembagaan yang terkait Pegawai, Dosen dan Mahasiswa.

Selain itu, kesejahateraan terhadap hak-hak dosen dan mahasiswa bisa lebih diperhatikan, terutama disaat masa-masa sulit pandemi Covid-19 saat ini.

“Dan yang lebih penting sebagai bentuk akselerasi dan inovasi kelembagaan, Rektor baru harus berani membuat terobosan baru, berinovasi dengan membuat unit-uni kerja sesuai kebutuhan saat ini, terutama unit kerja yang membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan pihak lain, demi mengangkat marwah keilmual dan kelembagaan tersebut,” jelas Ihsan.

Menurut dia, dari sisi kualitas dan daya saing,UIN Mataram masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk mengerjar ketertinggalan dari kampus-kampus lainnya.

“Jika secara keilmuan UIN Mataram kedapan mau punya tempat, ruang dan warna tersendiri, maka Rektor baru saya kira harus berani membuat terobosan baru dengan memberi dukungan penuh terhadap riset dan publikasi karya ilmiah dengan menaikkan anggaran penelitian dan pengabdian, serta jaringan literaratur penunjang yang lebih banyak, baik untuk dosen dan mahasiswa yang selama ini masih dianggap minim,” tegas Ihsan.

Ia meminta kerjasama UIN Mataram harus diperbanyak lagi. Tentunya, kolaborasi dengan pihak lain terutama dengan dunia international.

Hal itu menyusul, dengan adanya pergerseran pola interaksi komunitas global hari ini yang berbasis digital.

“UIN Mataram saya kira harus mampu mengambil peluang tersebut, sehingga kedepan mimpi UIN Mataram menjadi salah satu destinasi akademik dunia, terutama di Indonesia bagain Timur akan lebih cepat terwujud,” tandas Ihsan Hamid. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.