Memiliki 16 Pegawai, Taman Budaya NTB Terus Belajar Mandiri

Sabarudin

Mataram, DS-Taman Budaya NTB sementara ini masih kekurangan SDM. Setidaknya terdapat 16 pegawai dengan hanya tiga tenaga fungsional yang tak lama lagi memasuki usia pensiun. Namun, dengan berbagai kekurangan itu, taman budaya yang berada di bawah Dikbud NTB berusaha untuk mandiri dalam menumbuhkan iklim berkesenian.

Kepala Taman Budaya NTB, Sabarudin, belum lama ini mengatakan dengan jumlah pegawai yang hanya 16 orang ditambah anggaran yang kecil membuat taman budaya hampir tidak bisa berbuat banyak.Sebutlah anggaran kegiatan hanya sekira seratus jutaan rupiah setahun, jumlah itu digunakan untuk mengcover kegiatan pentas kesenian dan pameran seni rupa.

Dengan keterbatasan itu, seniman yang melakukan eksplorasi seni di taman budaya pun diharapkan memiliki kemandirian pendanaan dengan inisiatif yang tidak merugikan. Belum lama ini, misalnya, digelar pameran lukisan yang malah didanai sendiri oleh pelukisnya. Sedangkan Taman Budaya hanya menyediakan ruang pameran.

Menurut Sabarudin, semula Pemerintah Pusat menyediakan DAK untuk taman budaya. Namun belakangan, DAK itu terancam tidak diberikan jika Pemprov tidak mengalokasikan anggaran kegiatan taman budaya.

“Sebaliknya jika Pemprov tidak menganggarkan maka Pemerintah Pusat pun tidak akan memberikan DAK untuk kegiatan taman budaya,” ujar Sabarudin.

Dalam hal ini, Pemerintah Pusat mengharapkan adanya kepedulian Pemerintah Daerah agar sama-sama memberikan perhatian terhadap kesenian. Namun, sering kali ada salah persepsi dengan asumsi DAK yang dinilai semilyar setahun misalnya, tidak perlu lagi dana dari daerah. Padahal, ketiadaan anggaran dari derah justru ancaman ditiadakannya DAK Pusat.

Menyikapi situasi itu, Sabarudin mengatakan pihaknya terus menerus mengusulkan agar Pemprov melakukan penganggaran yang memadai. “Setiap tahun kami selalu mengusulkan,” katanya.

Menurut Sabarudin, kelayakan taman budaya tidak hanya ditunjukkan dengan aktifitas kesenian seperti eksplorasi dan berbagai latihan kesenian melainkan juga penampakkan secara fisik yang mesti terus-menerus ditata menarik untuk dikunjungi masyarakat.

Sementara ini, kata Sabarudin, pihaknya tetap berkomitmen menjadikan taman budaya mandiri dengan berbagai kreasi. Karena itu, kerjasama dengan berbagai pihak tetap dilakukan sebagai bagian dari aktifitas yang bisa menjadikan taman budaya titik kumpul dan destinasi unggul. Ian

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.