A place where you need to follow for what happening in world cup

Memaraq di Lading-lading, Bupati Ungkap Pendapatan KLU Dari Pajak Melorot Rp 160 Miliar

34

Bupati Lombok Utara pada Safari Jum’at Program Memaraq di Masjid Jabal Nur Lading Lading

Tanjung, DS – Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH bersama Wabup Danny Karter Febrianto ST MEng melaksanakan sholat Jumat bersama dalam Program Memaraq di Masjid Jabal Nur Dusun Lading Lading Desa Tanjung, (2/4/2021). Hadir pula Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Drs Abdul Hamid, Kepala Bapenda Ir Hermanto, Ketua Baznas KLU TGH Sueb Yusuf MPd, Kades Tanjung Budiawan SH serta jama’ah masjid setempat.

Bupati Djohan memaparkan bahwa dalam pilkada boleh berbeda pilihan, tetapi pasca pilkada harus kompak bersatu mendukung pembangunan daerah.

“Oleh karena itu, saya mengajak kita semua kompak bersatu dukung pemerintah ini ‘lamun kenaq ntanku mimpin daerah ini dukung kami. Lamun salaq entan kami sejemaq piran’ (kalau benar cara saya mimpin daerah ini dukung kami. Kalau salah cara kami besok atau kapan), harapan kami ingatkan kami, tegur kami, datang ke kantor, silakan datang ke rumah. Silakan sampaikan apa yang menurut ‘epe pada’ (saudara-saudara),” tuturnya.

Bupati juga mengajak patut bersyukur atas kenikmatan yang ada walaupun Lombok Utara dilanda gempa bumi dan Covid-19.

Menurut bupati, kondisi daerah saat ini cukup memprihatinkan. APBD berkurang 300 miliar. Hal ini berdampak besar terhadap pelaksanaan pembangunan daerah. Sementara pendapatan dari pajak turun 160 miliar lebih yang bisa menghambat proses pembangunan.

“Jadi harap saudara-saudara maklum kalau keterlambatan pemerintah membangun daerah ini. Saya ingin kita semua bersama merubah daerah kita menjadi lebih baik. Karena kitalah yang akan merubahnya. Kemajuan daerah ini ada pada kita, karena itu mari kita kompak bersatu,” ajak bupati dua periode ini.

Sementara, Wabup Danny Karter Febrianto ST MEng mengemukakan bahwa pesta demokrasi jangan dijadikan ajang memecah belah, tapi bagaimana bersatu membangun KLU.

“Berbicara tentang KLU, memang diusia lebih 12 tahun ini kita masih menyisakan banyak permasalahan yang kita hadapi di depan,” terang wabup.

Disampaikannya, pada tahun 2018 KLU mengalami gempa bumi, dan kini sudah 3 tahun berlalu masih menyisakan permasalahan. Pertama, kata dia, infrastruktur masih belum kembali seperti semula, perkantoran masih menyisakan PR besar, sarana ibadah, pendidikan juga belum selesai. Terutama RTG masih banyak tersisa. Ada sekitar 18 ribu penerima belum mendapatkan haknya.

“Hari ini kami sudah melakukan verifikasi dan validasi yang tepat sasaran. Mengapa, ini perlu berangkat dari masukan masyarakat, keluhan masyarakat. Karena menjadi acuan kita melakukan verifikasi. Kita ingin mencapai ketepatan sasaran. Oleh karena itu, kami butuh waktu untuk melakukan itu. Kita tidak ingin ada bencana di atas bencana di KLU ini. Kami meminta waktu,” tandasnya.

Masih kata Wabup, prahara yang tidak kalah pentingnya bencana Covid-19 yang membuat KLU mengalami penurunan ekonomi yang tidak stabil dan pengangguran meningkat.

“Kendala itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama dan kuncinya kita kompak bersatu, semoga musibah ini cepat berlalu,” harapnya. (sap)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas