Berbagi Berita Merangkai Cerita

Melalui “Barema Jatu Samawa”, Nur-Salam Siap Perjuangkan Tambahan Insentif ASN dan Kuota Tenaga Honorer Sumbawa

10

FOTO. Paslon Nur-Salam didampingi Mantan Wakil Ketua DPR RI H. Fahri Hamzah saat bersama para tenaga honorer di wilayah Sumbawa. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Nurdin Ranggabarani-Burhanuddin Jafar Salam (Nur-Salam) berkomitmen berjuang keras agar Kabupaten Sumbawa mendapat jatah lebih besar terkait rencana pemerintah mengangkat satu juta guru honorer melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) pada tahun 2021.

Calon Bupati Nurdin Ranggabarani mengatakan,  ide pemerintah pusat yang mengangkat satu juta guru honorer melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) pada tahun depan, harus dijadikan peluang untuk warga Sumbawa.

Ia berjanji memperjuangkan agar Sumbawa yang memiliki luas wilayah yang  mencapai dua kali dari Pulau Lombok harus lebih besar kuota yang diberikan.

“Kajian saya memperjuangan itu sudah jelas. Yakni, topografi Kabupatan Sumbawa sangat luas dan tersebar dari puncak-puncak gunung dan bukit, hingga ke pulau-pulau kecil, dari pesisir hingga ke lembah-lembah dan  pedalaman.  Maka wajar jika alokasi Sumbawa ditambah manakala Nur-Salam diamanahkan memimpin lima tahun kedepannya,” kata Nurdin dalam siaran tertulisnya, Minggu (22/11).

Ia mengaku, tenaga honorer di Kabupaten Sumbawa, tidak saja guru namun juga tenaga kesehatan dan profesi lainnya.

Mereka tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ditempatkan diseluruh Kecamatan dan Desa hingga Dusun di wilayah Sumbawa.

“Nur-Salam akan berjuang bagi peningkatan status kepegawaian mereka disertai insentif dan kesejahteraan yang lebih baik,” tegas Nurdin.

Ia menyatakan, pihaknya juga berkomitmen meningkatkan semangat, kinerja dan citra baik para ASN di wilayah Sumbawa. Tentunya, kerjasa itu dikolaborasikan  dengan slogan “Barema Jatu Samawa” dengan seluruh ASN.

Apalagi, kata Nurdin, dirinya berprinsip kolaborasi kerja itu disesuaikan dalam kesetaraan yang profesional dan berkeadilan.

Sebab, Nur-Salam menyadari bahwa tulang punggung pelayanan pemerintahan berada di tangan para ASN.

” ASN kita membutuhkan figur kepemimpinan daerah yang mengerti tentang mereka. Bila pemimpinnya mampu mengelola sumberdaya ASN dengan baik, visioner, profesional dan berkeadilan, maka semangat dan kinerja mereka pun akan jauh meningkat dan terpacu lebih baik,” ucapnya.

“Sesungguhnya, para ASN kita adalah figur abdi negara dan pekerja keras yang profesional. Yang juga sangat menginginkan dan memimpikan agar Kabupaten Sumbawa harus lebih baik dlm perjalanan lima tahun mendatang,” sambung Nurdin.RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.