Berbagi Berita Merangkai Cerita

Mega Proyek Global Hub KLU Ditawarkan ke Investor di Jakarta

0 4

MATARAM, DS – Upaya mewujudkan mega proyek Bandar Internasional (Global Hub) Kayangan di KLU agar dapat dilirik oleh Pemerintah Pusat konsisten dilakukan Pemprov NTB. Kali ini, ikhtiar mewujudkan mimpi itu dilakukan melalui forum seminar bertajuk ‘Peluang dan Investasi Global Hub Bandar Kayangan Lombok’ yang berlangsung di Grand Ballroom, Hotel Westin Jakarta, Jumat malam (3/3).

Kegiatan yang dibuka Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil, dihadiri Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, para anggota DPR dan DPD RI asal dapil NTB. Selain itu, perwakilan duta besar dengan ratusan investor ikut membaur bersama pejabat utama kementerian/lembaga. Tak hanya itu, bupati KLU, Dr. H. Najmul Ahyar, bersama mantan bupati Djohan Sjamsu juga terlihat hadir.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pembangunan mega proyek Bandar Internasional (Global Hub) Kayangan di KLU dipastikan belum masuk dalam rencana tata ruang (RT) dan rencana wilayah (RW) nasional. Sedangkan pembangunan jalan bypass dari Lembar, Lombok Barat menuju Kayangan, Lombok Timur, terancam batal. Padahal, proyek yang akan menelan dana mencapai Rp 5 triliun itu merupakan janji langsung Presiden Joko Widodo kepada warga NTB saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2016 lalu di Kabupaten Lombok Tengah.

Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi, mengatakan, kendati mega proyek Bandar Internasional (Global Hub) Kayangan belum menjadi direktif utama Presiden Jokowi dalam rapat terbatas bersamanya di Istana Jakarta beberapa waktu lalu — sehingga berdampak surat usulan revisi RT/RW Nasional yang dilayangkannya ke Presiden belum juga menuai jawaban pasti — tidak membuat pihaknya berdiam diri. Pasalnya, realisasi pembangunan Global Hub Bandar Kayangan merupakan salah satu obsesi dari sekian banyak obsesi pembangunan di NTB.

“Kedepan, ini akan menjadi prioritas yang perlu dan wajib didukung pemerintah pusat dan daerah, karena masyarakat dan kesungguhan investor untuk menanamkan modalnya sudah ada hingga kini,” ungkap Gubernur dalam sambutannya.

Tim Inisiator Global Hub Bandar Kayangan, Dr. Son Diamar, mengaku optimis mega proyek yang awalnya merupakan proyek mimpi itu bakal terealisasi secepatnya mengingat rencana pembangunannya menerapkan pola public private people partnership (P4).
“Spirit pola yang berbeda dan luar biasa telah mampu membuat sejumlah investor luar negeri siap menggelontorkan dana mereka. Sehingga, tinggal menunggu respon dari Pemerintah Pusat saja,” ujarnya.

Sementara itu, Deputy SDA dan Jasa Kementrian Menko Kemaritiman, Agung Kuswandono, siap menyuport gagasan tersebut. Menurutnya, pembangunan Global Hub tidak lain merupakan pelecut pertumbuhan di Kawasan Indonesia Timur. Oleh karenanya, segala hal yang mendukung realisisi pembangunannya, diantaranya regulasi, perencanaan canggih, infrastruktur pendukung, layanan perizinan yang bermutu, insentif bagi investor, termasuk penyiapan sikap mental masyarakat untuk beradaptasi dengan trend dan peluang yang akan terjadi — harus sesegara mungkin dipersiapkan.

“Pembangunan Global Hub ini merupakan perwujudan proyek yang tidak lagi berorientasi pembangunan jawa sentris. Jadi, bila kita semua bergerak mendukung dengan CIQP dengan standart ISPS Code maka Global Hub Bandar Kayangan akan bisa jadi ikon masa depan Indonesia,” jelas Agung.

Terpisah, Menteri ATR/BPN, Sofyan Jalil, mengemukakan akan seoptimal mungkin membantu pemerintah, investor dan masyarakat, terkait pengaturan pertanahan yang mampu menciptakan kegiatan ekonomi yg berkeadilan dan mensejahterakan masyarakat.

“Jika proses tanah-tanah di sekitar proyek Global Hub ini jelas, kan tentu kepastian investasi bagi para penanam modal akan kian mudah kedepannya,” tandas Sofyan Djalil.

Diketahui, Pembangunan proyek Bandar Internasional (Global Hub) Kayangan direncanakan sebagai lokasi pembangunan Kilang Minyak untuk efisiensi distribusi terutama memenuhi kebutuhan Indonesia Tengah dan Timur. fahrul

Leave A Reply