Berbagi Berita Merangkai Cerita

Mataram Latih Puluhan Perawat jadi Tenaga Swaber Covid 19

40

FOTO. Inilah suasana pelatihan perawat yang diselenggarakan RSUD Kota Mataram. Direncakan, para perawat ini akan diterjunkan membantu pelaksanaan swab test untuk pemeriksaan Covid-19.

MATARAM, DS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram melatih para tenaga kesehatan (Nakes) mengambil sampel usap hidung dan tenggorokan atau swab test untuk pemeriksaan Covid-19.

Pelatihan bagi perawat ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 yang diprediksi bakal meningkat pada minggu depan.

Apalagi, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram sejak beberapa pekan terakhir ini, terpantau bersama jajaran TNI dan Polri mengintensifkan program swab antigen secara acak dan masif yang berlanjut dengan telah berjalannya tracing yang kontak erat dengan pasien corona hingga kini.

“Sebagai rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19. Maka, RSUD Kota Mataram harus menyiapkan segala-galanya. Termasuk, bagaimana temen-teman perawat kita berikan training singkat oleh para ahli yang memang kita datangkan khusus dengan biaya sendiri agar mereka mampu bertugas sebagai tenaga Swaber,” ujar Direktur RSUD Kota Mataram dr H Lalu Herman Mahaputra pada wartawan disela-sela mengisi pelatihan Swaber di RSUD setempat, Sabtu (6/2) kemarin.

Menurut Dokter Jack, pelatihan tersebut merupakan hasil kesepakatan rapat internal Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bersama Kapolres dan Dandim pada Jumat (5/2) lalu, menyusul telah dibagikannya sebanyak
1.100 reagen oleh pihak RSUD setempat pada seluruh Puskesmas di wilayah Kota Mataram.

Sehingga, sasaran untuk bisa menyasar target sekitar 3.000 sampel tes usap antigen secara masal baik di lingkungan perkantoran maupun fasilitas publik, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 melalui praktik 3T (tracing, testing, treatment) dapat berjalan sesuai harapan.

“Tenaga Swaber di RSUD Mataram jumlahnya ada 8 orang. Maka, pelatihan yang di ikuti oleh sebanyak 26 orang kali ini dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi internal perawat RSUD. Tentunya, tambahan tenaga ini akan bisa membantu kerja fokus dan gerak cepat RSUD Mataram sebagai rumah sakit rujukan Covid-19,” tegasnya.

Dokter Jack menjelaskan, kalau banyak perawat di RSUD Mataram punya keahlian mengambil sampel usap hidung maupun tenggorokan, maka selanjutnya kegiatan pengambilan spesimen pasien untuk memperoleh data yang cepat yang ditarget bisa dikirimkan pada Jumat ke Pusat akan bisa dilakukan.

“Karena mulai Senin sampai Kamis minggu depan kita bersama-sama serentak turun seluruhnya dari mulai tenaga puskesmas, Babinsa dan Babinmaspol, serta Gugus Tugas tingkat kota, tentu samplingnya banyak. Maka, jika ada tambahan tenaga sweaber jelas memudahkan kerja cepat dan keroyakan ini,” jelasnya.

Dokter Jack memperediksi, pada minggu kelima Kota Mataram akan terjadi puncak dan ledakan angka kasus yang terpapar virus Covid-19. Sebab, program masif tracing dan swab antigen secara acak dan masif yang dilakukan pada beberapa pekan sejak awal Januari 2021 lalu, sudah mampu membuat angka kasus yang terpapar corona menembus 128 kasus positif pada minggu ketiga Januari lalu.

Ia menambahkan, sejumlah langkah yang telah dilakukan itu adalah upaya Kota Mataram untul serius dan fokus menangani covid-19

“Kalau saya enggak masalah ledakan kasus yang menjadi pemicu Mataram masuk zona merah dalam dua minggu kedepan. Tapi setelahnya, status itu akan beralih ke orange, kuning dan selamanya Mataram berada pada zona hijau,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.