Berbagi Berita Merangkai Cerita

MATAHARI, BULAN ITU

18

Puisi Dienullah Rayes

matahari itu,
jari-jemari sinarmu,
mengusapi ubun-ubun bocah kembara,
yang melangkah dari sunyi ke deru kendara.

lidah apimu yang berkobar,
mengisap mata air tanah air,
tangan besimu menggurita,
menguras air mata peminta-minta,
sedang menjolok-jolok buah ranum pohon kota,
yang metropolitan Jakarta.

bulan itu,
wajahmu senantiasa menebar cahaya,
dalam sunyi sepi rumah pedusunan,
dalam senang girang para warga,
gedung metropolitan perobek tirai awan.

engkau senantiasa bertandang,
dari kompleks rumah kumuh yang comberan,
ke balkon hotel berbintang,
berpacaran bintang gemintang.

Mataram,yang hujan tangisnya belum reda.
28 Nopember 2021.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.