Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 3 Okt 2019 21:36 WITA ·

Mata Air Lokok Prabu Hilang akibat Gempa


					PDAM mulai melayani empat dusun di KLU Perbesar

PDAM mulai melayani empat dusun di KLU

KLU, DS-Ratusan pelanggan air bersih empat dusun di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan mendapatkan pelayanan air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pasca gempa  tahun lalu, ratusan pelanggan di Dusun Kebaloan, Senaru, Mumbul Sari dan Sukadana, sempat dihentikan lantaran sumber mata air dari Lokok Perabu tidak bisa dimanfaatkan lagi.

“Kita pastikan masyarakat di empat dusun di Bayan sebentar lagi akan mendapatkan kembali pelayanan air bersih dari kami. Karena penyadap air hampir selesai dibangun di mata air Lokok Beriri Bayan,” ujar    Kabag Teknik PDAM Lombok Utara, Firmansyah, ST., Kamis (3/10).

Dikatakannya, pelayanan air bersih ke masyarakat sempat dihentikan karena sumber mata air Lokok Prabu hilang oleh gempa. Sehingga, sumber air yang dimanfaatkan sekarang ini melalui Lokok Beriri.

Menurutnya, sumber air dari Lokok Beriri memiliki debit air mencapai 15 liter perdetik. Itupun setelah dibagi oleh masyarakat yang memanfaatkan sumber air secara swadaya. Sedangkan PDAM mengambil sedikitnya saja dan cukup untuk melayani empat dusun yang sebelumnya menjadi pelanggan.

Dari sebaran pipa jaringan yang sudah ada sebelumnya, lanjut Firman, Dusun Kebaloan akan dijadikan prioritas PDAM. Pasalnya, warga disana cukup sulit mengakses air bersih pasca gempa terjadi. Bahkan PDAM akan membangun jaringan pipa baru lagi. Sedangkan pipa yang sudah ada dibangun swadaya itu akan dikembalikan kepada masyarakat.

“Jumlah pelanggan kita yang meternya sudah terpasang dulu mencapai 400 lebih. Sehingga itu yang akan kita layani nanti jika Intake yang dibangun sekarang ini sudah jadi,”pungkasnya.

Firman menjelaskan dimusim kemarau sekarang ini terjadi pengurangan jumlah debit air disemua sumber mata air yang ada. Volume berkurangnya itu mencapai 30 persen. Sehingga, PDAM menyiasatinya dengan merubah sistem pembagian karena konsumen yang berada di wilayah pegunungan maksimal dilayani pada malam hari sehingga masyarakat terlayani secara merata. Seperti di wilayah Dusun Jeliti Atas, PDAM berharap masyarakat bisa memakluminya.

“Tahun depan ada bantuan dari BWS yaitu singangpitunai bangunan sistem baru untuk penambahan debet air. Tapi masih sifatnya sementara. Kedepan akan dibangun lebih permanen lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tanjung, Raden Waliadin, menyatakan bahwa saat ini semua konsumen sudah bisa terlayani. Karena PDAM berprinsip sekarang ini akan memperbanyak air baku. Prioritas menambahh air baku sebanyak-banyaknya.

“Katika penambahan air baku sudah bisa mencapai sekitar 90 persen maka semua bisa terlayani tercukupi. Mesin pompa sekarang semua beroperasi nonstop dan itulah bentuk pelayanan yang kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,”jelasnya.

Menurut Raden, keluhan masyarakat yang di Desa Gumantar itu sudah dilayani melalui Dinas Sosial. PDAM sebagai penyedia air bersih selalu berkoordinasi dengan Dinsos. Sedangkan untuk yang berada di  Kecamatan Kayangan PDAM sudah mengajukan proposal ke Pusat dan sekarang dalam proses DED nya. Bahkan di wilayah Melepahsari Gumantar PDAM sudah melakukan pembebasan tanah untuk bak penampungan. Kalau sudah selesai itu PDAM tinggal mempersiapkan air baku.

“Kami berharap kepada masyrakat, jika mendapatkan masalah air bersih bisa langsung menghibungi kami atau Dinsos maupun BPBD. Persoalan permintaan air bersih warga masyarakat bisa dengan bersurat akan langsung dilayani,”tandasnya. fk

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

‘Begawe Ngujur’ Cara Nelayan Ampenan Sambut Kunjungan PLN

21 Mei 2022 - 15:36 WITA

Sarapan di Mataram, The Sultan Food Aja

20 Mei 2022 - 17:36 WITA

PT DNA akan Menyerap Semua Jagung Petani

18 Mei 2022 - 16:39 WITA

JMSI Apresiasi KBRI Madrid dan Dubes RI Kerajaan Spanyol Bangun Poros Global

17 Mei 2022 - 17:49 WITA

Tambah Satu Mobil Tangki Lagi, HBK PEDULI Tingkatkan Suplai Air Bersih Gratis untuk Warga Terdampak Kekeringan di Lombok

17 Mei 2022 - 17:09 WITA

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Beri Solusi Jalur Ekspor

15 Mei 2022 - 19:09 WITA

Trending di Ekonomi