Berbagi Berita Merangkai Cerita

Masuk Katagori Sektor Kritikal, ITDC Mulai Gulirkan MUTIP di Semua Proyek Mandalika

128

FOTO. Inilah proyek pengerjaan infrastruktur di kawasan KEK Mandalika di Lombok Tengah yang kini terus dipacu pengerjaaanya oleh ITDC. rul

MATARAM, DS – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola The Nusa Dua, Bali dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika/The Mandalika, Lombok, NTB, mulai merealisasikan pembangunan infrastruktur dasar yang masuk dalam Mandalika Urban Tourism and Infrastructure Project (MUTIP) Paket II.

Pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan yakni konstruksi pada sejumlah ruas jalan dengan total panjang 2,99 km.

Konstruksi ini mengawali implementasi dari kontrak kerja yang telah ditandatangani antara ITDC dan Joint Operation PT Hutama Karya (Persero) – PT Adhi Karya (Persero), Tbk (JO HUTAMA-ADHI) pada beberapa waktu lalu, untuk pembangunan infrastruktur dasar yang termasuk ke dalam Paket II MUTIP.

Penandatanganan kontrak pekerjaan konstruksi dilakukan setelah melalui proses pengadaan menggunakan metode internasional open competitive tender serta telah memenuhi ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan oleh lembaga pemberi pinjaman.

Kontrak MUTIP Paket II meliputi pembangunan sarana dan prasarana jaringan jalan, normalisasi sungai, pembangunan fasilitas amenity core, gerbang kawasan, dan konstruksi Masjid Area Timur, serta pembangunan jaringan pipa air bersih, jaringan air kotor, dan jaringan pipa air irigasi berikut kelengkapannya dengan durasi pekerjaan selama 730 hari kalender.

Program MUTIP terdiri dari Paket I dan Paket II, dengan total nilai mencapai Rp1,7 triliun. Program ini dibiayai sepenuhnya oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dan merupakan pembiayaan pertama secara standalone/mandiri yang dilakukan AIIB di Indonesia dan secara global merupakan pembiayaan pertama AIIB bagi kegiatan pembangunan infrastruktur pariwisata.

Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer, mengatakan pihaknya telah memulai untuk merealisasikan program MUTIP Paket II dibawah kontrak antara ITDC dan JO HUTAMA-ADHI.

“Dipilihnya, JO HUTAMA-ADHI dipicu, perusahaan itu memiliki pengalaman dalam menggarap proyek bertaraf nasional dan internasional,” kata Abdulbar dalam siaran tertulisnya, Rabu (28/7).

Ia menjelaskan, total nilai untuk proyek MUTIP secara keseluruhan senilai Rp 1,7 triliun. Khusus untuk MUTIP Paket II memiliki nilai kontrak mencapai Rp 753 Miliar.

Pihaknya akan terus memastikan kontrak ini dapat direalisasikan dengan maksimal hingga dua tahun kedepan.

“Pembangunan ini merupakan komitmen kami dalam menjalankan amanat Presiden RI dalam mewujudkan percepatan pengembangan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan di Indonesia. Kami ingin melengkapi infrastruktur dasar di Kawasan The Mandalika untuk menambah daya tarik kawasan bagi para investor dan calon investor untuk berinvestasi di sini,” jelas dia.

Abdulbar mengemukakan melalui kelengkapan infrastruktur dasar di sektor pariwisata di The Mandalika, tentunya akan meningkatkan konektivitas dan mobilitas yang baik. Mengingat The Mandalika masuk dalam kategori sektor kritikal, maka kegiatan pembangunan infrastruktur tidak akan dihentikan.

Harapannya, sistem logistik yang efisien di dalam kawasan akan bisa terwujud. Sebab, selain menarik bagi para investor, akses ini tentunya akan bermanfaat juga bagi para stakeholder The Mandalika lainnya, seperti wisatawan, masyarakat desa penyangga The Mandalika, tenant, dan pemerintah daerah setempat.

“Sejalan dengan anjuran pemerintah, ITDC juga memastikan bahwa protokol kesehatan diterapkan secara disiplin pada masa pandemi Covid-19. Mengingat, kini pemerintah telah melakukan adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sesuai dengan kebijakan pemerintah. Maka, Prokes, kami laksanakan seketat mungkin agar pekerjaan pembangunan infrastruktur di The Mandalika dapat berjalan sesuai dengan jadwal,” ungkap Abdulbar.

Ia menambahkan, pekerjaan proyek ini juga dipantau melalui koordinasi yang intensif dengan JO HUTAMA-ADHI. “Ini dilakukan agar apabila ada kendala di lapangan bisa segera diselesaikan,” tandas Abdulbar.

Tentang ITDC

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) merupakan BUMN yang memiliki lini bisnis membangun dan mengembangkan kawasan pariwisata di Indonesia.

Selama 47 tahun, perseroan telah membangun dan mengelola The Nusa Dua, kawasan pariwisata terpadu seluas 350 ha yang berlokasi di Bali bagian selatan, yang menjadi salah satu kawasan pariwisata terbaik di dunia.

Dengan infrastruktur, akomodasi dan fasilitas pertemuan yang berstandar internasional, kawasan ini menjadi tuan rumah berbagai event resmi berskala internasional seperti APEC 2013, Bali Democratic Forum, Miss World 2013, dan IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018.

Sejalan dengan strategi Pemerintah untuk meningkatkan sektor pariwisata menjadi sumber utama devisa negara dengan meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, ITDC ditugaskan untuk mengembangkan destinasi pariwisata di luar Pulau Bali.

Dengan dukungan Pemerintah, ITDC memperoleh hak untuk mengembangkan dan mengelola kawasan pariwisata di KEK Mandalika/The Mandalika di Lombok Tengah, NTB, dengan luas 1.175 hektar.

The Mandalika memiliki 16 km garis pantai yang indah dan dikelilingi bukit-bukit yang hijau, serta merupakan satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas atau ‘Bali Baru’ yang ditetapkan Pemerintah. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.