Menu

Mode Gelap

Hukum · 23 Nov 2019 20:53 WITA ·

Massa Pro Perubahan Nama Bandara Sebut SK Menhub Tepat


					Ribuan massa pendukung perubahan nama bandara Lombok saat melakukan orasinya di depan kantor Bupati Loteng, Perbesar

Ribuan massa pendukung perubahan nama bandara Lombok saat melakukan orasinya di depan kantor Bupati Loteng,

Jika sebelumnya massa penolak perubahan nama bandara melakukan aksi unjuk rasa ke kantor DPRD NTB beberapa hari lalu, giliran ribuan massa pendukung perubahan nama bandara melakukan aksi serupa. Menariknya, aksi pendukung perubahan nama bandara dari Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid itu dilakukan di di Kantor Bupati Lombok Tengah pada Kamis (21/11) dan Jumat (22/11).

FAHRUL MUSTOFA – MATARAM

Bagi para peserta aksi, penyematan nama pahlawan asal NTB, yakni Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dirasa sangat sesuai. Mengingat, adanya nama bandara mengutip nama pahlawan merupakan tanda penghormatan terhadap segala jasa-jasa yang telah dilakukannya.

“Kita pada intinya mendukung SK Menteri Perhubungan soal pergantian nama bandara. Seharusnya nama bandara tidak perlu disingkat, sebagai tanda kita menghormati jasa Maulana Syekh,” ujar salah satu orator aksi, Ahmad dalam orasinya.

Terkait adanya pro dan kontra soal pergantian nama bandara, Ahmad mengatakan tidak ambil pusing. Baginya segala sesuatu punya sisi yang berbeda, namun soal nama pahlawan dinilai sangat pantas digunakan pada nama bandara seperti pada daerah lain di Indonesia.

“Sangat cocok (nama bandara diganti). Bangga kita menggunakan nama pahlawan,” tegasnya.

Salah satu peserta aksi lainnya, Hapizin, mengatakan massa datang kali ini sebagian besar berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah. Hal ini jelas menjadi bukti warga Lombok Tengah sangat cinta pada pahlawan nasional Maulana Syekh yang namanya diabadikan menjadi nama bandara.

“Saya membela satu-satunya pahlawan Lombok. Sebab inilah yang mengagungkan nama Lombok ke penjuru dunia,” ucapnya.

Dalam aksi tersebut massa membawa spanduk bertulis mendukung perubahan nama bandara dan meminta Bupati Lombok Tengah tidak terlibat dalam penolakan nama bandara.

Diketahui, polemik itu awalnya bermula saat Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengeluarkan surat meminta maskapai penerbangan mengumumkan perubahan nama bandara. Namun, sebagian masyarakat di Lombok Tengah menolak tegas perubahan nama bandara tersebut.

Bahkan, Bupati Lombok Tengah, Moh. Suhaili FT tegas menolak perubahan nama bandara. “Saya tetap istiqomah BIL (Bandara Internasional Lombok) dengan pendirian saya. Dan saya harus tetap tunduk dan taat kepada kehendak dan perintah masyarakat Lombok Tengah,” tandas Suhaili FT. (**).

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Ajak Bupati Bima Bantu Mahasiswa yang Diamankan Polda NTB

20 Mei 2022 - 07:35 WITA

Perdagangan Orang Harus Dicegah Seluruh Pihak

18 Mei 2022 - 06:02 WITA

Program NTB Zero Unprosedural Mulai Terwujud, Kadis Nakertrans NTB Atensi Kiprah Kades dan Kadus

17 Mei 2022 - 17:13 WITA

Tuding Abdul Aziz Sebar Hoaks Soal Lahan 60 Hektare, Kuasa Hukum Ali BD Ajukan Rekonpensi di PN Sumbawa

12 Mei 2022 - 16:22 WITA

Korem 162/WB Gelar Penyuluhan Hukum

26 April 2022 - 15:11 WITA

Satresnarkoba Polresta Mataram Ciduk Pengedar Sabu Jelang Lebaran

25 April 2022 - 14:29 WITA

Trending di Hukum