BSK Samawa

Massa Pendukung Terdakwa Kasus Pelecehan Seksual Geruduk Kejari Lotim

Selong, DS- Massa pendukung Ustad Suhaili, terdakwa kasus dugaan pelecehan seksual di salah satu Ponpes di Lombok Timur melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim), Kamis (29/2/24).

Massa mendesak Kejari Lotim untuk membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan hukum. Dalam aksi unjuk rasanya, massa terdakwa menggelar sholawatan sebagai bentuk dukungan moril kepada terdakwa.

Koordinator Umum (Kordum) massa aksi, Ahmad Afandi, mengatakan dakwaan yang dituduhkan jaksa merupakan fitnah keji. Karena setelah proses persidangan dilakukan telah didapatkan bukti-bukti bahwa apa yang di tuduhkan oleh Jaksa nihil alias bukti hanya fitnah belaka.

Menurutnya dakwaan Jaksa hanya berdasarkan keterangan pelapor atas nama korban tanpa didukung alat dan barang bukti lainnya. Keterangan pelapor telah dibantah oleh 4 orang saksi fakta yang melihat, mendengar dan merasakan langsung kejadian tersebut, yang pada pokoknya mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh pelapor adalah bohong dan tidak benar.

“Keterangan 4 orang saksi fakta tersebut justru adalah saksi yang diajukan oleh jaksa sendiri, bukan yang dihadirkan oleh penasihat hukum terdakwa yang juga sesuai dengan keterangan terdakwa maupun dengan barang bukti lainnya,”ujarnya.

Dia menyebut diantara barang bukti yang dihadirkan oleh jaksa adalah berupa pakaian milik pelapor. Dalam barang bukti tersebut sama sekali tidak ditemukan ada hal-hal yang membuktikan bahwa terdakwa pernah menyentuh barang bukti tersebut. Karena tidak ditemukan ada sidik jari terdakwa, air liur, darah, rambut atau hal apapun yang membuktikan bahwa terdakwa pernah menyentuh barang bukti tersebut.

Hasil visum juga yang dilakukan terhadap diri pelapor, juga secara jelas menyimpulkan tidak terdapat kelainan atau tanda-tanda apapun pada diri pelapor, yang bisa menunjukkan atau membuktikan bahwa pelapor mengalami pelecehan atau kekerasan seksual sebagaimana di dakwakan oleh Jaksa.

“Atas dasar fakta tersebut kami mendesak Kejaksaan untuk membebaskan terdakwa dari segala tuntutan dan dakwaan hukum, termasuk memulihkan nama baik, membebaskan dari tahan negara dan menghentikan pradilan fitnah serta jangan merusak karakter dan citra Ponpes dengan mengkriminalisasi pesantren,” tegasnya.

Usai berorasi di depan Kantor Kejaksaan, massa mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Selong untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Sementara itu, menanggapi tuntutan massa aksi ini, Kasi Intel Kejari Lotim, Lalu Mohammad Rasyidi, mengatakan beda pandangan dalam penafsiran hukum adalah hal yang wajar. Ia menegaskan perkara ini pasti terbukti, karena sudah memiliki dua alat bukti yang cukup, sehingga dibawa ke pengadilan untuk disidangkan.

Terkait proses peradilan, Rasyidi mengatakan ada majelis hakim yang akan menjadi wasit, apakah dakwaan yang diajukan terbukti atau tidak.

“Kita serahkan kepada Majelis hakim untuk memutuskan apakah dakwaan itu terbukti atau tidak, tetapi bagi kami ini sudah terbukti karena sudah ada barang bukti, terdakwa melakukan pelecehan seksual terhadap santrinya,”ujarnya.

Sementara itu, terkait proses persidangan, sudah dalam melewati agenda pemeriksaan terdakwa, dan rencana minggu depan agenda pembacaan tuntutan.

“Rencana minggu depan kita bacakan tuntutan,” ujarnya.

Seperti diketahui perkara ini merupakan perkara dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh okum pimpinan salah satu Ponpes di Lotim terhadap santrinya.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.