Menu

Mode Gelap

Politik · 9 Jul 2018 06:02 WITA ·

Massa Demo Pleno Rekapitulasi Pilgub NTB


					Massa aksi yang melakukan aksi unjuk rasa Perbesar

Massa aksi yang melakukan aksi unjuk rasa

MATARAM, DS –Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018, diwarnai aksi unjuk rasa oleh massa dari Aliansi Masyarakat NTB Menggugat pada Minggu (8/7).

Masyarakat yang berkumpul di samping hotel Lombok Raya, Kota Mataram, pada Minggu (8/7)  — sebagai lokasi pleno tersebut — datang dari berbagai wilayah yakni, Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Umumnya, massa aksi menuding pelaksanaan Pilkada NTB pada 27 Juni 2018 lalu, banyak terjadi pelanggaran. Diantaranya, ada perbedaan selisih jumlah kertas suara antara hasil Pilgub NTB dengan Pilkada Bupati Lombok Timur yang sangat signifikan

Selain itu, praktik penggiringan opini dari hasil hitung cepat atau quick count oleh LSI Denny JA yang menguntungkan paslon tertentu terlihat masive dilakukan. Padahal, lembaga survei nasional itu belum terdaftar di KPU NTB.

Tak hanya itu, ketidaknetralan aparat PNS Pemprov NTB yakni, Satpol PP NTB terlihat dengan ikut sertanya jajaran mereka dalam pengawasan perhitungan yang diselenggarakan oleh TPS di Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. Padahal, urgensi Satpol PP NTB ikut serta dalam perhitungan itu telah memantik kekisruhan ditengah masyarakat Lombok Tengah.

“Untuk itu, kami minta pleno rekapitulasi Pilgub NTB 2018 ditunda sebelum seluruh proses pelanggaran itu dituntaskan terlebih dahulu,” ujar Koordinator aksi Aliansi Masyarakat NTB Menggugat, Hanzanwadi, dalam orasinya.

Ia mengatakan banyaknya kecurangan yang terjadi pada Pilgub kali ini diduga telah diskenariokan sejak awal. Apalagi, dari empat paslon itu terdapat satu paslon Gubernur dan Wakil Gubernur merupakan saudara kandung dari gubernur petahana saat ini.

Selain itu, sebelum KPU NTB mengumumkan siapa pemenang Pilgub yang sah, Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi telah mengajak keliling Cagub nomor urut tiga Dr. Zulkieflimansyah dalam berbagai kesempatan. Salah satunya, kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke desa Dakung, Kecamatan Praya Tengah beberapa hari lalu.

“Dengan turunnya aparat Satpol PP NTB ke TPS yang bukan kewenangannya, patut diduga ada perintah dari pak Gubernur NTB untuk memenangkan paslon yang didukungnya. Ini jelas menciderai demokrasi kita,” kata Hanzanwadi lantang.

Pantauan wartawan pukul 13.40 WITA, massa aksi terus melakukan unjuk rasa dan berorasi secara bergantian. Aparat kepolisian yang dibantu TNI tetap siaga mengamankan mereka.

“Kami minta Ketua Bawaslu dan Ketua KPU NTB bisa datang menemui kami guna kita dengar pernyataanya terkait penindakan atas banyaknya laporan pelanggaran di Pilgub kali ini. Bila perlu mereka bersumpah akan mengawal dan menindaknya,” tandas Hanzanwadi

Kapolres Mataram, AKBP Muhamad SIK yang turun langsung menemui massa aksi berjanji mengkomunikasikan kehadiran para komisioner KPU dan Bawaslu NTB itu. Akhirnya, setelah melakukan negoisasi, Kapolres Mataram mampu membawa Ketua Bawaslu NTB, M. Khuwailid MH, ke tengah ribuan pengunjuk rasa itu.

  1. Khuwailid menyatakan komitmennya untuk mengawal jalannya proses rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018 dengan baik. Mengingat, kehadiran Bawaslu tidak lain untuk menyelamatkan hak pilih warga negara agar tepat sasaran sesuai yang berada pada aturan.

“Tadi di dalam kami sudah bersuara soal adanya pengembalian C-6 yang mencapai kurang lebih sebanyak 291 ribu di seluruh TPS di wilayah NTB,” ujar Khuwailid.

Dalam kesempatan itu, Bawaslu NTB mengemukakan bahwa pada pleno tersebut temuan terkait adanya pembagian jilbab, sabun, sirup, kurma hingga sarung selama hari tenang telah pula disuarakan dalam pleno rekapitulasi tersebut.

“Kalau memang anda semua punya temuan lain, silahkan dilaporkan pada saksi mandat paslon yang berada di dalam ruang pleno, karena hanya di ruang pleno rekapitulasi itu ruangnya untuk berdebat. Insya Allah, kami siap mengawal segala bentuk pelanggaran itu,” tandas Khuwailid dan langsung meninggalkan kerumunan pengunjuk rasa. fm

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Isu Caleg Impor, Mik Sudi : Masyarakat Sudah Cerdas Pilih Wakil Terbukti Kerjanya

17 Mei 2022 - 07:03 WITA

Puan: Waisak Momentum Refleksikan Pentingnya Saling Membantu dan Menjaga Kerukunan

16 Mei 2022 - 17:47 WITA

Penuhi Kriteria Pemimpin, Masinton : Mbak Puan Ditempa Sejarah dan Waktu Sejak Remaja

16 Mei 2022 - 17:44 WITA

PDIP NTB ubah mindset Memakmurkan Masjid dengan Menanam Pohon Buah Produktif

12 Mei 2022 - 16:14 WITA

Masuk Lima Gubernur Berpotensi Maju Pilpres 2024, Miliki Kendaraan PKS, Pangi : Peluang Zulkiefimansyah Terbuka Lebar

10 Mei 2022 - 16:55 WITA

Eufhoria Mudik Buat Ekonomi Rakyat di Kampung Menggeliat

9 Mei 2022 - 17:14 WITA

Trending di Politik