Berbagi Berita Merangkai Cerita

Mampu Tembus Istana, Prof.Sudiarto Akui Winengan Layak Jabat Ketua IKA Unram

302

FOTO. Prof Sudiarto. (FOTO. RUL)

MATARAM, DS – Sebanyak delapan calon ketua umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Mataram (Unram) memastikan ikut meramaikan bursa persaingan merebut kursi ketua alumni IKA Unram IV dalam Munas kali ini.

Dinamika jelang Munas yang digelar pada 28-30 Mei di Same Hotel, di Kota Mataram itu, kian menarik. Sebabnya, sejumlah figur yang ikut bertarung merupakan tokoh publik yang sudah dikenal oleh masyarakat NTB.

Di antaranya dari delapan tokoh itu. Yakni, Ketua Kadin NTB H. Faurani, Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaedah, Mantan Sekretaris PWNU NTB Lalu Winengan, dan Kepala Inspektorat Provinsi NTB Ibnu Salim.

Terkait sejumlah figur yang meramaikan bursa pencalonan Ketua IKA Unram itu, para Guru Besar Unram pun angkat bicara. Salah satunya, Guru Besar Fakultas Hukum Unram, Prof Sudiarto.

Menurut dia, figur ketua IKA Unram lima tahunnya kedepannya itu harus yang memiliki akses menembus Istana Negara.

Harapannya, kata Prof Sudiarto, impian alumni yang menjadi pekerjaan rumah kepengurusan sebelumnya dapat terwujud. Di antaranya, keberadaan Kantor Sekretariat IKA Unram, mempromosikan para alumni menjadi pejabat publik. Yakni, Menteri, Dirjen, Staf Ahli, Komisaris BUMN, Kepala Daerah, Sekda, dan Kepala OPD lingkup provinsi dan kabupaten/kota di semua wilayah Indonesia.

“Jadi, figur Ketua IKA Unram itu harus bisa mewujudkan impian alumni. Ingat, sudah 50 tahun umur Unram itu tapi masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang belum diselesaikan. Makanya, pilihan figur masa depan itu harus bisa yang mengetuk pintu Nasional,” kata Prof Sudiarto pada wartawan, Rabu (26/5).

Ia menyatakan, posisi Ketua Ikatan Alumni di perguruan tinggi menjadi sangat strategis. Mengingat, keberadaan mereka akan dapat mengungkit para alumni lainnya untuk bisa masuk dalam institusi apapun.

Prof Sudiarto mencontohkan, Ketua IKA UI, UGM, UNPAD dan ITB disaat mereka menduduki jabatan di level pusat, umumnya mereka saling kait satu sama lainnya.

“Jadi, kenapa alumni PTN itu. Kini, menguasai birokrasi di kementerian. Itu karena mereka mendominasi di pusat. Contohnya, Prof Mahfud saat beliau menjabat menjadi Menteri di era Gusdur, itu semua alumni UII dan UGM bisa mengakses ke pusat. Di antaranya, Pak Busro Muqoddas,” ujarnya.

Prof Sudiarto tidak menghendaki penyakit warga Sasak, khususnya Pulau Lombok, yakni sering bermain jurakan tidak terulang lagi saat pemilihan Ketua IKA Unram. Mengingat, jika hal tersebut terjadi, impian seluruh alumni Unram akan tidak bisa terwujud kedepannya.

Selain itu, pada Panitia Munas IKA Unram, ia juga tidak menghendaki untuk mempersulit para alumni untuk berkiprah membesarkan almamaternya.

Hal itu menyusul, lanjut Prof Sudiarto, IKA ini merupakan Forum silaturahmi antar para alumninya. Maka dari itu, aturan dan persyaratan hendaknya jangan terlalu dibuat yang rumit.

“Pokoknya, hapus cara-cara seperti itu, mari permudah alumni Unram untuk maju bersaing di bursa pemilihan Munas IKA Unram kali ini. Apalagi saya tahu betul siapa figur yang maju itu punya komitmen yang sama untuk membesarkan almamaternya,” tegasnya.

“Bila perlu, panitia itu hanya bersifat mengumumkan saja siapa yang mendaftar. Nantinya, di arena Munas, biarkan mereka yang sudah mendaftar itu melakukan musyawarah mufakat antar sesama mereka,” sambung Prof Sudiarto.

Menyinggung dari sejumlah figur yang masuk bursa pencalonan pada Munas IKA kali ini. Prof Sudiarto menyebutkan jika sosok mantan Sekretaris PWNU NTB Lalu Winengan dirasa layak menahkodai IKA Unram kedepannya.

“Sosok Bu Isvie, Nurdin, H. Mohan, pak Faurani, dan Ibnu Salim itu bagus. Tapi, soal kemampuan untuk tembus Istana Presiden dan Wapres, siapa yang enggak tahu bagaimana kiprah Lalu Winengan. Saya ini saksi mata, bagaimana Winengan itu bisa bolak-balik masuk ke Istana Presiden. Sehingga sudah banyak pejabat daerah yang bisa dia perjuangankan untuk mengisi posisi apapun, baik di pusat dan daerah selama ini,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.