Berbagi Berita Merangkai Cerita

Maju Pilkada, Selly Fokus Perjuangkan Nasib Perempuan dan Anak

69

MATARAM, DS – Bakal Calon Wali Kota Mataram Hj. Putu Selly Andayani berjanji memperjuangkan nasib kaum perempuan agar lebih maju dan sejahtera. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana NTB non aktif ini akan menjadikan pemberdayaan perempuan sebagai program utama jika dipercaya masyarakat menjadi wali kota

“Tekad Ibu Safitri tentu melanjutkan pembangunan yang sudah ada saat ini, baik di bidang infrastruktur, pendidikan dan juga kesehatan, tapi yang paling menjadi fokus itu pemberdayaan perempuan,” ujar Sektetaris DPC PDIP Kota Mataram, Nyayu Ernawati menjawab wartawan, Minggu (26/7).

Nyayu mengatakan, Hajjah Selly berkomitmen ingin memberdayakan perempuan untuk memperbaiki perekonomian di wilayah tersebut. Selain itu, persoalan kasus kekerasan anak yang kini meningkat di Mataram juga akan menjadi fokus yang akan diselesaikan.

“Sasarannya itu, karena perbaikan ekonomi daerah itu basisnya ada pada perempuan, dengan memperbaiki kualitas hidup perempuan maka perbaikan ekonomi daerah akan terjadi,” tegasnya.

Saat ini, Hj. Selly Andayani telah mengantongi rekomendasi dari dua partai politik peserta pemilu, yakni PDIP dan PKS

Menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram itu, dalam waktu dekat akan ada parpol tambahan lagi yang bakal melengkapi dua papol yang tergabung dalam koalisi merah putih itu.

“Insya Allah, sesuai informasi Pak Slamat selaku Ketua DPC PDIP Mataram sudah ada komunikasi intensif yang dilakukan bersama kawan-kawan DPD PDIP NTB untuk menambah koalisi yang sudah ada. Nanti, akan saya kabari kalau surat rekomendasinya sudah ada,” ucap Nyayu.

*Kasus Bullying Cukup Tinggi

Sederet kasus bullying atau perundungan masih marak terjadi di sejumah sekolah di Indonesia. Tak terkecuali di Kota Mataram.

“Kita lihat, kasus ini masih tinggi,” kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi dalam siaran tertulisnya, kemarin.

Menurut Joko, kasus perundungan di Kota Mataram bersifat tertutup. Dan tidak banyak diketahui masyarakat.

“Dari data kami (LPA), kasus bullying ini didominasi oleh pelajar-pelajar sekolah. Dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA),” tuturnya.

Dia menilai, kasus bullying sangat berbahaya. Khususnya, bagi kesehatan mental korban. “Yang ditakutkan, efek setelah itu. Bisa saja, korban menjadi pendendam, mengulangi hal serupa. Atau bahkan, melakukan kasus-kasus mengerikan selanjutnya,” ujarnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.