BSK Samawa

Mahasiswa IAIH Pancor Suguhkan Alat Permainan Edukatif yang Menarik Minat Belajar Peserta Didik

Foto : Mahasiswa IAI Hamzanwadi perlihatkan APE saat berpose bersama dengan Pembantu Rektor III Dr. Hayyi Akrom

Selong,DS – Mahasiswa Institut Agama Islam Hamzanwadi program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) menyuguhkan alat permainan edukatif (APE). Keberadaan APE ini sangat penting karena bisa menjadi media yang sangat menarik untuk meningkatkan minat belajar para peserta didik.

Beberapa APE hasil kreativitas tanpa batas dari Mahasiswa IAI Hamzanwadi ini dipamerkan pada kegiatan PIAUD Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor di Kampus IAIH Hamzanwadi, Kamis (18/1).

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Humas IAI Hamzanwadi, Dr. Hayyi Akrom memberikan apresiasi dosen Prodi PAUD yang dalam dua tahun terakhir menunjukkan kreativitas luar bjasa. Harapannya, tak hanya Prodi PIAUD yang memiliki kegiatan ekspo. “Prodi PIAUD jadi pelopor,”ucapnya.

Karya-karya prodi PIAUD hadirkan produk pembelajaran yang menarik. “Kreativitas harus terus dikembangkan, karena tanggung jawab pendidik di PIAUD dan PAUD ini meletakkan pondasi pendidikan,” terang Hayyi.

Kegiatan pembelajaran di PIAUD ataupun PAUD ibarat menumbuhkan akar yang kuat. Akar adalah agar sebuah pohon tumbuh dengan baik. Maka baik tidaknya generasi, itu dibentuk pada masa PIAUD.

Selain hadirkan APE secara manual, diminta juga kepada mahasiswa agar bisa membuat APE berbasis teknologi. Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, anak-anak didik sekarang diketahui sudah sangat akrab dengan dunia IT. Kampus IAI Hamzanwadi siap akan fasilitasi pengembangan kreativitas mahasiswa.

Dekan Fakultas Tarbiyah, IAI Hamzanwadi, Dr. Idawati menyampaikan rasa bangga dengan mahasiswa yang semangat dalam melakukan kegiatan expo. Tujuan expo katanya adalah, tampilkan kreasi dan inovasi mahasiswa selama pembelajaran. “Ini adalah karya luar biasa dan akan jadi alat pembelajaran diberikan kepada mitra sebagai media pembelajaran guna meningkatkan minat belajar,” terang lulusan S3 jurusan Teknologi Pendidikan di Universitas Negeri Malang ini menambahkan.

Melalui pameran APE ini dapat diliihat kemampuan mahasiswa tentang pemahamannya dalam pelajaran yang sudah diikutj. Perkembangan media pembelajaran sekarang sudah sangat pesat, karena itu harus diikuti dengan meningkatkan kreativitas mahasiswa.

APE kemudian diberikan kepada mitra IAI Hamzanwadi. APE ini juga dibuat mahasiswa berdasarkan temuan di lapangan selama kegiatan praktek pembelajaran di lapangan. Apa yang dibuat Mahasiswa sesuai dengan kebutuhan mitra sekolah PIAUD dan PAUD di sekitar lingkungan kampus.

Kepala Program Studi PIAUD, Baiq Halimatus Zahratul Aeni menambahkan mitra sebagai lokasi magang mahasiswa. sekolah PIAUD tak sebatas sebagai tempat kegiatan PPL Mahasiswa, tapi juga sebagai mitra untuk mengembangkan materi pembelajaran. “Kalau ada pelatihan di PIAUD itu dosen jadi pengajarnya,” tuturnya.

APE ini dinyatakan sangat penting dihadirkan di ruang belajar siswa PIAUD dan ataupun PAUD. Dimana, di anak usia dini ini tidak ada materi pembelajaran langsung. Sehingga APE ini sebagai stimulasi pembelajaran. “Kalau Anak PIAUD apapun yang disampaikan dikonkritkan, semisal perkenal anak soal angka, itu pakai stimulasi lewat APE,” imbuhnya.

Masing-masing mahasiswa wajib buat APE. Buat APE itu pun tak perlu mahal. Media yang digunakan buat APE itu tak selamanya dibeli. Bisa juga dibuat dari barang bekas. “Gunakan bahan sekitarnya sebagai media, jadi lebih murah,”tutupnya.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.