Berbagi Berita Merangkai Cerita

Madrasah Bisa Kena Sanksi

2.906

SELONG, DS – Kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka di sekolah, hingga saat ini belum jelas kapan akan dibuka kembali. Menilik Pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia hingga saat ini.

Para siswa pun terpaksa harus menahan kerinduan untuk bertatap menerima pelajaran secara langsung dari gurunya. Para guru juga tidak bisa mengajar seluruh siswanya dalam waktu bersamaan di ruang kelas, seperti kondisi normal.

Hal tersebut tidak hanya berlaku bagi sekolah yang berada di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Departemen Agama juga berlaku demikian.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Lombok Timur, Zainul Arkam mengamini hal tersebut. Menurutnya, pembukaan madrasah untuk menggelar pembelajaran formal harus menunggu surat edaran resmi dari Kemenag.

Bahkan, bagi madrasah yang bersikukuh untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar formal sebelum adanya surat edaran, akan diberikan sanksi tegas.

“Kalau ada yang berani, akan kita datangi. Kalau sampai tiga kali, kita akan berikan sangsi. Untuk sementara ijinnya kita pending dulu,” ucapnya.

Sementara bagi madrasah yang melaksanakan perekrutan siswa baru, dan mengharuskan siswanya untuk masuk pada hari tertentu, maka diharuskan bagi siswa yang datang ke madrasah tersebut untuk membawa surat keterangan sehat. “Mengantisipasi masuknya siswa yang besok, siswa baru, disuruh untuk membawa surat keterangan sehat,” jelasnya, sembari menambahkan surat keterangan sehat tersebut dibutuhkan untuk memastikan para santri dalam kondisi kesehatan yang prima. Langkah ini sebagai bagian dari mengantisipasi penularan penyakit yang mungkin terjadi. Terlebih pada kondisi fisik yang sedang

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.