Berbagi Berita Merangkai Cerita

Made Slamet Siap Jadikan Kampung Banjar Desa Wisata di Kota Mataram

195

FOTO. Anggota DPRD NTB dapil Kota Mataram, Made Slamet menggelar sosialisasi dua perda ke warga Kampung Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Anggota DPRD NTB dapil Kota Mataram, Made Slamet menggelar sosialisasi dua Perda yang merupakan inisiatif anggota DPRD setempat, Senin Sore (22/11).

Dua Perda yang disosialisasikan di Kampung Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram itu yakni, Perda Nomor 3 tahun Tahun 2020 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Perda Nomor 10 tahun 2021 tentang Desa Wisata.

Menurut Made, Wilayah Kampung Banjar memiliki sejumlah potensi wisata yang layak dikembangkan. Salah satunya, Pantau Mujang.

Hanya saja, pengelolaanya belum optimal. Oleh karena itu, adanya dua perda inisiatif tersebut akan memicu pembangunan di wilayah setempat.

“Intinya, kita punya potensi yang bisa dikembangkan. Marilah kita membangun kampung kita dengan mulai membangun Desa Wisata yang akan mengangkat perekonomian warga setempat,” ujar Made saat menyampaikan sambutannya.

Politisi PDIP itu mendaku, dengan adanya Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah maka hal tersebut menjadi pintu bagi masyarakat di luar Mandalika. Salah satunya, di Kampung Banjar untuk menjadi pemain di rumahnya sendiri.

“Tekad saya adalah ingin menjadikan kampung Banjar sebagai desa wisata pertama di Kota Mataram. Ini karena pengembangan pariwisata harus di isi dengan kegiatan ekonomi yang menunjang pusat pariwisata. Maka Kampung Banjar harus mulai berbenah untuk bisa menyongsong pintu pariwisata yang kian terbuka,” jelas Made.

“Sekali lagi, jangan lagi kita fikir soal Tiga Gili di KLU dan Mandalika di Lombok Tengah. Ini karena kita juga punya potensi yang bisa dikembangkan untuk bisa mengurangi angka kemiskinan dengan adanya Desa Wisata tersebut,” sambung Made Slamet. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.