Berbagi Berita Merangkai Cerita

Luncurkan Sekolah Pemasaran Pertama di Indonesia, Selly Bantu Pekerja dan Milenial Mataram Tingkatkan Usaha

20

MATARAM, DS – Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) NTB bersama Forum Komunikasi Sales dan Marketing (FKSM) menggelar peluncuran perdana “school of marketing” atau sekolah pemasaran di Kota Mataram, Senin malam (17/8).

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua Umum KAFEGAMA NTB sekaligus Ketua Dewan Pembina FKSM, Hj Putu Selly Andayani didampingi Ketua FKSM NTB Muhammad Jefri dan Ketua Harian KAFEGAMA NTB Supiandi dan anggota serta pengurus FKSM.

Ketua Umum KAFEGAMA NTB Hj Putu Selly Andayani, mengatakan peluncuran sekolah pemasaran dilaksanakan sebagai bentuk dukungan kepada para pekerja atau pun generasi muda di NTB. 

Harapannya, mereka termotivasi mengembangkan kreatifitas dan usahanya serta kembali siap bekerja.

“Saya berpesan kepada para generasi muda yang mengikuti program school of marketing ini agar giat dan punya dedikasi tinggi, dalam merekam setiap tahapan pembelajaran. Insya Allah, output dari program ini nantinya akan diatensi oleh FKSM NTB,” ujar Hajjah Selly dalam siaran tertulisnya, Selasa (18/8).

Menurut Hajjah Selly, sekolah pemasaran ini merupakan yang pertama di Indonesia diluncurkan oleh KAFEGAMA dengan berkolaborasi FKSM.

“Jadi NTB yang pertama melaksanakan kegiatan seperti ini,” tegas Selly.

Karena itu, Selly, berharap dari pelatihan tersebut nantinya generasi muda NTB dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman serta dapat menerapkan kompetensi yang telah dipelajari di tempat kerja masing-masing.

Hajjah Selly yang juga Pembina FKSM NTB menyampaikan, kolaborasi KAFEGAMA dengan FKSM NTB sebagai dua pilar penyokong school of marketing adalah sejoli yang saling melengkapi. Dimana KAFEGAMA NTB merupakan sokoguru dalam teoritis, sementara FKSM NTB adakah aplikator andal yang selain akan menelorkan keahlian juga akan menyerap outputnya.

“Jadi, ending dari School of Marketing ini nantinya adalah pengurangan pengangguran di NTB khususnya Kota Mataram,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua FKSM NTB Muhammad Jefri yang juga hadir dalam kesempatannya, memberikan pencerahan dalam melihat obyektifitas seorang sales marketing.

“Alhamdulillah rencana ini sebenarnya sudah tergagas sudah lama mulai tahun 2018 oleh teman teman FKSM NTB serta sudah kita sampaikan langsung ke Ketua Dewan Pembina kita Ibu Hj Putu Selly Andayani,” terangnya.

Jefri menyatakan, selain ide dan gagasan tersebut, juga telah dilakukan pra kegiatan yaitu FKSM Goes To School ke SMK jurusan pemasaran yang ada di Mataram. Dimana kegiatan ini menyampaikan bahwa akan ada akademi marketing yang akan bisa langsung memberikan pelatihan dan penyaluran tenaga kerja kepada para anggota FKSM.

“Harapan kita bersama tentunya melalui kegiatan ini akan melahirkan para marketing handal yang siap tempur di dunia persalesan di era milenial saat ini,” kata Jefri.

Terpisah, Ketua Harian KAFEGAMA NTB Supiandi, mengungkapkan, sekolah pemasaran yang digagas ide oleh FKSM NTB dan dilaksanakan oleh KAFEGAMA merupakan tindaklanjut dari Kafegama Academy, yang yang telah diprogramkan dan dilaksanakan selama ini.

“Jadi ini adalah kelanjutan dari Kafegama Academy yang sudah dilaksanakan. Dimana nantinya melalui program school of marketing ini, diharapkan mampu mencetak marketing-marketing muda yang handal sesuai dengan perkembangan teknologi,” ungkapnya.

Namun demikian, lanjut Andi, program school of marketing itu bukan berarti menganulir program Kafegama Academy, tetapi program tersebut merupakan manifestasi dari Kafegama Academy.

“Artinya, Kafegama Academy akan terus berlanjut dimana output nya akan hijrah ke program ini,” ujarnya.

Disamping itu, kegiatan ini sebagai bentuk dukungan bagi para pekerja terpaksa harus dirumahkan bahkan hingga diputus hubungan kerja atau PHK. Total terdapat 20 orang peserta yang mengikuti kegiatan tersebut yang dilaksanakan selama dua bulan, dimulai Agustus hingga September 2020.

“Ini sekaligus bentuk dukungan kepada para pekerja yang terdampak Covid-19 untuk bisa kembali termotivasi mengembangkan kreatifitas dan usahanya sehingga bisa kembali siap bekerja,” kata Supiandi.

Dalam acara tersebut, anggota dan pengurus FKSM NTB secara berturut-turut memberikan motivasi kepada peserta. Dimana Wahyu Eko Hidayat biasa dipanggil “Mr Weh” selaku anggota FKSM hadir memberikan sedikit cerita pengalaman saat menjadi seorang marketing hingga kiirausahawan, ditambah pula sedikit pembukaan oleh Public Relation FKSM Willy Permata yang kebagian berbicara mengeluarkan joke-joke pemantik kepada para peserta.

“Keberhasilan dalam pemasaran itu ditentukan oleh berhasilnya peran sales. Karena itu sales harus kreatif dalam memanfaatkan teknologi,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.