Menu

Mode Gelap

Dinamika · 5 Okt 2022 19:14 WITA ·

LPPM UGR Teliti Potensi Budidaya Porang di Lotim, Begini Potensi dan Ancamannya


					Para peserta seminar hasil penelitian berpose bersama.ian Perbesar

Para peserta seminar hasil penelitian berpose bersama.ian

Selong,DS-LPPM Unversitas Gunung Rinjani (UGR) meneliti potensi, prosfek dan finansial budidaya porang di Kabupaten Lombok Timur. Seminar Hasil Penelitian tersebut berlangsung, Rabu (5/10), di Lesehan Tanaq Maik Masbagik.

Hasil penelitian yang dilakukan LPPM UGR menunjukkan lahan usaha budidaya porang di Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi untuk dikembangkan baik dari segi topografi, cuaca, iklim dan luas lahan.

Potensi luas lahan yang bisa ditanami/budidaya porang di Kabupaten Lombok Timur meliputi lahan HKm seluas 2022 hektar dan di luar HKm seluas 28.827 hektar. Dengan luas lahan 30.849 hektar, diperoleh perkiraan jumlah produksi sebanyak 616.980 ton dalam satu kali musim tanam dengan perkiraan penerimaan sebanyak Rp 1,94 trilyun.

Prospek budidaya porang dari analisa ekonomi dan financial juga menunjukkan hasil yang menguntungkan dimana Nilai R/C Ratio diperoleh sebesar 2.01 dan nilai B/C Ratio sebesar 1.01. “Ini berarti bahwa budidaya porang di Kabupaten Lombok Timur Layak diusahakan,” kata Ketua Tim Peneliti, Dr.Rini Endang Prasetyowati.

Rini Endang Prasetyowati memaparkan sebanyak 17 kecamatan di Lotim memiliki potensi dalam budidaya porang karena didukung iklim serta kawasan potensial di HKm maupun di luar HKm seperti tegalan, ladang dan persawahan. Sementara ini petani menggarapnya sebagai tanaman sela.

Namun, ia juga mengakui masih dijumpai ancaman seperti produsen yang tak mengetahui cara mengakses pasar, terjadinya fluktuasi harga, ancaman cuaca dan serangan penyakit. Dalam soal pemasaran masih terhalang penggunaan bibit bersertifikasi.

“Pun masalah informasi pasar. Selama ini informasi dari wa grup dan internet.
Instansi masih awam soal Porang . Namun, hal yang paling mengancam adalah harga porang yang fluktuatif dan terjun bebas,” ujarnya.

Penelitian yang melibatkan unsur fakultas UGR itu dikomandoi Dekan Fakultas Pertanian. “Dosen ekonomi mencoba menghitung prosfek budidaya porang. Master segala ilmu masuk untuk menganalisa dalam pembuatan peta potensi sebaran porang di Lombok Timur,” cetus Direktur LPPM UGR, Lalu Ainul Yaqin, P.hD., seraya menambahkan bahwa tim peneliti sangat open dalam menjalankan program.

Kabid Litbang Bappeda Lotim, Totok P., yang hadir dalam kesempatan itu mengemukakan bahwa apa yang dilakukan dari penelitian harus betul-betul baik. Paling tidak, kata dia, mendekati kesempurnaan mengingat hasil penelitian menjadi masukan bagi pemerintah. “Hasil penelitian akan menjadi dasar dari kebijakan,” katanya.

Ia mengakui pabrik porang sedang dibangun di Kecamatan Pringgabaya untuk mengakomodir kebutuhan petani. Diharapkan, tahun 2023 pabrik itu sudah beroperasi dan melakukan pembelian porang produksi petani.

Sedngkan PR III UGR, H.Rijal, mengatakan segala ancaman yang menghanttui petani porang menjadi tantangan. Ia berharap hasil kajian tersebut membuka cakrawala dalam budidaya porang dan hasilnya bisa diserap pasar.ian

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DKD PWI NTB Serahkan Bonus kepada Peraih Perunggu Porwanas XIII

26 November 2022 - 07:57 WITA

DPD GMNI NTB Gelar Diskusi “Strategi Pemuda Dalam Mendukung KTT G20 dan Pemulihan Nasional”

25 November 2022 - 16:33 WITA

Masifkan Penjaringan Atlit Golf Muda

23 November 2022 - 16:35 WITA

Press Trip JMSI NTB Banyuwangi-Malang (5-selesai), Porwanas XIII, Silaturrahmi dalam Laga

22 November 2022 - 06:05 WITA

Press Trip JMSI NTB Banyuwangi-Malang (4), Kota yang Hidup, Kuliner yang Menggoda

20 November 2022 - 22:42 WITA

NTB Ikuti Sepuluh Cabor Porwanas di Malang

20 November 2022 - 08:42 WITA

Trending di Dinamika