Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 17 Okt 2022 18:28 WITA ·

LPPM UGR Ruh Para Dosen, Hibah Dikti Perlu Ide Kreatif


					Lalu Ainul Yaqin Ph.D, Direktur LPPM UGR. Perbesar

Lalu Ainul Yaqin Ph.D, Direktur LPPM UGR.

Selong,DS-Panggilan dalam bidang pendidikan tinggi tidak semata menjalankan kuliah melainkan juga melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui LPPM yang menjadi ruh para dosen. Pada gilirannya, hasil yang diperoleh dari kiprah dosen tersebut, kembali kepada masyarakat.

Hal itu dikemukakan Direktur PPM UGR (Universitas Gunung Rinjani), Lalu Ainul Yaqin, Ph.D., menyusul upaya para dosen yang gencar mengusulkan berbagai penelitian hibah Dikti.

Tidak semua proposal yang diusulkan bisa serta merta diterima mengingat harus melalui tahap seleksi dan memenuhi salah satu syarat penting, yaitu unsur kebaruan rencana penelitian.

Menurut Yaqin, kadang dosen merasa rencana peneitian yang diusulkan up to date namun sesungguhnya sudah out of date. Terkait hal itu, diperlukan kejelian dan ide kratif untuk melihat fenomena yang terjadi sebagai ruang penelitian. Sehingga, dosen bisa kembali lagi kemasyarakat melakukan pengabdian dan memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat.

LPPM UGR sementara ini melakukan kegiatan yang berhubungan dengan keilmuwan para dosen meliputi pembekalan seperti workshop penelitian dan workshop meraih hibah Dikti. Tahun ini ada 6 jenis hibah Dikti yang dikelola, masing-masing 4 penelitian dosen pemula dan dua untuk pengabdian.

Ia mengemukakan ide kreatif dosen pada prinsipnya muncul di fakultas masing-masing. “Kalau keluar dari ekspektasi biasanya mental,” katanya. Untuk memperkaya gagasan, kadang dilakukan kolaborasi.

“Kini Dikti mengharapkan hibah dari para dosen multidisiplin ilmu agar tidak hanya menjadi domain dari salah satu fakultas,” ujarnya.

Sementara ini Fakultas Pendidikan, Fakultas Perikanan, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Ekonomi, tergolong kreatif dalam mengeola hibah Dikti. Sedangkan beberapa fakultas lain masih terhalang gagasan penelitian yang kurang memiliki kebaruan.

“LPPM UGR sedang mengupayakan setiap tahun para dosen mendapatkan hibah, namun tergantung dari kemauan dosen mengembangkan diri,” cetusnya.

Sementara ini ide yang paling baru dalam peneitian dan pengembangan masyarakat adalah menyangkut budidaya porang. Walau bukan menjadi isu baru di Indonesia, di Lotim masih menjadi isu hangat menyusul akan dioperasikannya pabrik porang.

“Kajian ini sangat ditunggu pemerintah,” ujar Yaqin.

Selain peneitin itu, pembuatan kompos mulai dari produk hingga branding dan penjualan. Pun budidaya ikan yang hingga pendampingan masalah pembukuan.

Menurutnya, penelitian ini cukup mengangkat LPPM UGR.

“Kalau penelitian dan pengabdian sepi maka suasana akademik mati. Suasana akan hidup jika dosen aktif di dalam maupun luar kampus. Kampus lain juga melakukan hal serupa. UGR berharap lebih banyak dosen yang dapat,” katanya. ian

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ikatan Alumni SMAN 1 Pinggabaya Dikukuhkan

20 November 2022 - 09:21 WITA

STP Mataram Sertifiksi Kompetensi Mahasiswa

15 November 2022 - 20:10 WITA

ITS Berikan Beasiswa kepada Siswa NTB, Begini Respon Gubernur

22 Oktober 2022 - 14:04 WITA

Sebanyak 813 Siswa SMA/SMK Ikuti Tryout ITS

21 Oktober 2022 - 07:09 WITA

Pemprov NTB Kirim 1000 Pemuda Studi ke Luar Negeri, Gubernur Kenalkan Program Beasiswa kepada Mahasiswa STKIP YAPIS Dompu

19 Oktober 2022 - 18:52 WITA

Kata Wagub NTB, Ponpes Harus Melek Teknologi dan Ikut Perkembangan Zaman

6 Oktober 2022 - 16:54 WITA

Trending di Pendidikan