A place where you need to follow for what happening in world cup

LPA-Kompak Gelar Penguatan Kapasitas PPKD dan Pokja Adminduk

13

Refresher Training Penguatan Kapasitas PPKD dan Pokja Adminduk untuk SOP LABKD via zoom

Bima,DS-Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB-Kompak menggelar Pertemuan  Refresher Training Penguatan Kapasitas PPKD dan Pokja Adminduk untuk SOP LABKD (Layanan Adminduk Berbasis Kewenangan Desa)  di Kabupaten Bima, Senin (23/8).

Tujuan kegiatan itu adalah untuk mempersiapkan PPKD dan Pokja Adminduk memiliki modal pengetahuan dan agar PPKD dan Pokja Adminduk mendalami serta menghayati peran, tugas dan fungsi dalam melaksanakan pelayanan administrasi kependudukandan. Selain itu, meningkatnya pengetahuan teknis administrasi kependudukan dan alur layanan bagi PPKD dan Pokja Adminduk dalam melaksanakan peran, tugas dan fungsinya

Hadir pada acara yang menghadirkan Eny Istiana dari Dukcapil Kabupaten Bima sebagai narasumber itu, sejumlah Kades, Pokja Adminduk dan PPKD.  Kegiatan dibuka Sekretaris LPA NTB, Sukra Hasan. Pada kesempatan itu Sukran berharap ada layanan kerjasama antara desa dan Dukcapil yang bisa direflikasi desa lain di Kabupaten Bima.

Eny mengemukakan memasuki PPKM, pelayanan adminduk di Kabupaten Bima dilakukan secara online. Namun, substansi dari pelayanan tersebut sama saja dengan program Ceduk Gadis Desa yang digencarkan pemerintahan setempat. Hanya saja, masih dijumpai kendala terkait pelayanan online. “Tidak segampang yang diharapkan,” ungkapnya seraya menyebut sejumlah persoalan yang dialaminya.

Sementara ini, pada program Cedok Gadis Desa  belum semua dea melakukan kerjasama dengan pihak Dukcapil. Karena itu pihak Pemdes diharapkan datang ke Dukcapil melakukan kerjasama terkait program itu. Sebab, dalam program tersebut berbagai kemudahan dilakukan. “Hari ini menikah hari ini KK bisa dicetak,” cetusnya.

Dalam kegiatan tersebut, berlangsung pula dialog dan konsultasi antara aparatur desa dengan pihak Dukcapil yang intinya mengharapkan adanya berbagai mekanisme kemudahan pelayanan dokumen adminduk.

Pihak Pemdes sendriri telah mempersiapkan diri dalam penyusunan Perdes LABKD yang nantinya bisa menjadi dasar dalam pelayanan adminduk. Pada draf Perdes diatur pula mekanisme terkait dengan SOP antara pemdes dengan pihak Dukcapil. ian

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas