Berbagi Berita Merangkai Cerita

LPA Bersama Stakeholders Godok Draf Perdes Pencegahan Perkawinan Anak

22
Pemggodookan draf Perdes Pencegahan Perkawinan Anak

KLU,DS-Setelah menginisiasi lahirnya Perda Pencegahan Perkawinan Anak yang kemudian menjadi Perda inisiatif DPRD Kabupaten Lombok Utara, LPA NTB kembali mengambil peran dalam penggodokan drag Perdes Pencegahan Perkawinan Anak.


Perdes itu sendiri bertujuan agar hak hak anak terpenuhi serta mengendalikan terjadinya kasus kekerasan terhadap anak. Terutama terkait dengan problem perkawinan anak.yang marak terjadi di KLU.


Dalam penggodokan Perdes itu hadir Wardoyo dari Dinas Sosial KLU, tokoh adat dari Majelis Krama Desa (MKD) seperti Putrawadi, wakil rakyat, tokoh perempuan dan sejumlah relawan.

Dalam pertemuan yang berlangsung Rabu (12/8) di kediaman salah seorang anggota DPRD KLU, Bagiarti, mengemuka berbagai pendapat. Sebutlah di dalamnya mencakup lembaga adat seperti Majelis Krama Desa (MKD) yang perlu berperan aktif dalam upaya pencegahan perkawinan anak disamping penyelesaian sengketa yang selama ini dilakukan.

‘MKD yang sudah ada di seluruh desa di KLU diharapkan tidak hanya berperan dalam menyelesaikan sengketa adat melainkan pencegahan terkait perkawinan anak,” cetus Bagiarti

Sekretaris LPA NTB, Sukran Hasan, menambahkan Perdes itu mengacu pada Perda No. 1 tahun 2017 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. Isi Perda itu sejalan dengan Perdes yang akan dibuat.

“Kami dalam kaitan ini menyusun dtafnya saja. Nanti masing masing desa akan membahasnya kembali terutama yang berkaitan dengan sanksi adat,” ujar Sukran. Hal itu dilakukan mengingat desa miliki awiq awiq yang berbeda berkenaan dengan sanksi.

Ia mengatKan Perdes itu akan diberlakukan di seluruh desa di KLU. Namun untuk sementara akan diterapkan di 15 desa sebagai pilot project. ian

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.