Lotim Tambah 2 Positif Corona, 2 Kecamatan Zona Merah

2 min read

SELONG, DS – Penderita Positif Covid-19 dengan nomor pasien 09, adalah perempuan berinisial NM (28). Dan pasien 10, laki-laki berinisial MI (41).”Sesuai release Provinsi, Lotim ada tambahan 2 yang positif. NM itu dari wilayah Kecamatan Aikmel, dan MI dari wilayah Kecamatan Pringgasela,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Pathurrahman, Selasa (07/04/2020) pagi.

Ia pun mengamini, saat ditanya terkait apakah kedua kecamatan tersebut otomatis menjadi Zona Merah (Red Zone). Dijelaskan, tim kesehatan akan melakukan penelusuran kembali riwayat kontak kedua pasien tersebut. “Tim Kesehatan akan melakukan tracing ulang, rencananya hari ini,” ucapnya.

Kedua pasien tersebut, kini sedang mendapatkan perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Soedjono Selong. Bahkan disebutkan, kedua pasien tersebut dalam kondisi membaik. “Ya Allah, semoga tidak ada pasien positif lagi di Lotim,” harapnya.

Sementara itu, demi meminimalisir potensi penyebaran Covid-19, Bupati Lombok Timur menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mewajibkan masyarakat menggunakan masker dalam beraktifitas.

Dalam SE yang ditanda tangani H.M Sukiman Azmy dan tertanggal pada 6 April 2020 tersebut, berisi pesan agar masyarakat menggunakan masker kain dengan dua lapisan. Agar dapat dicuci dan digunakan kembali.

Sekda Lombok Timur, M. Juaini Taofik, Senin (06/04/2020) mengatakan, pembagian masker telah dilakukan Pemda sejak hari Minggu. Dan pada hari Senin dilakukan pembagian masker bagi pedagang pasar.

“Mulai kemarin kami sudah membagikan masker. Dan hari ini sudah berjalan, pembagian masker bagi pedagang kita di pasar,” jelas Taofik.

Dengan adanya gerakan 1 juta masker yang dilakukan Pemda Lotim, banyak dana yang telah terkumpul dari sumbangan para donatur yang akan dimanfaatkan untuk pembelian masker.

Pemda pun telah memesan 500 ribu masker kepada UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang ada di wilayah Lombok Timur.

“Paling tidak hari Jumat, masker sudah siap. Untuk masyarakat kita bagi nanti dari Camat dan Kepala Desanya,” ujarnya.

Ia pun meminta semua pihak turut membantu mengawasi pembagian masker. Jika ditemukan adanya pungutan yang diberlakukan dalam pembagian tersebut, masyarakat diminta untuk melapor ke pihaknya. Karena masker yang akan dibagikan sepenuhnya gratis.

Taofik juga berharap, agar masker yang dibagikan dapat terus digunakan masyarakat dalam beraktifitas. “Karena itu masker kain, jangan sampai setelah dibagikan tidak dibawa, tidak dipakai,” harapnya.

Adapun, jumlah masker yang telah diberikan kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebanyak 15.000. Jumlah tersebut diperuntukkan bagi seluruh pedagang pasar di Lombok Timur. Dengan jumlah pedagang yang terdata sekitar 12.000 orang.dd

Tinggalkan Balasan