Berbagi Berita Merangkai Cerita

Lotim Mulai Razia Masker, Melanggar Langsung Didenda

6

Sekda Lotim ketika memberikan pengarahan pada apel siaga

SELONG, DS – Pemkab Lombok Timur memulai razia penggunaan masker Senin (14/09/2020), menyasar dua titik di hari pertama. Yaitu di perbatasan Lombok Timur pada pagi hari, dan di taman kota selong pada sore harinya.

Penerapan sanksi denda langsung diberlakukan bagi masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker dalam beraktifitas. Pemberian sanksi denda ini sesuai dengan Perda NTB nomor 7 tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular.

Sekda Lombok Timur, memimpin langsung apel siaga sebelum menuju lokasi razia. Sekitar 60 personil gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan diterjunkan pada hari itu.

“Karena bagaimanapun ini adalah operasi sipil. Satpol PP yang di depan. Kepolisian dan TNI itu hanya mendukung saja. Dan ini Perda bukan undang-undang. Satpol PP itu kan tugasnya menegakkan Perda,” terang Taofik.

Meskipun perda tersebut ranah provinsi, namun pemprov telah melayangkan surat resmi agar pemerintah kabupaten/ kota mengambil langkah dalam penegakan perda ini.

Sanksi yang diberikan kepada para pelanggar merupakan sanksi administratif yang bisa langsung dilaksanakan di tempat. Maka, pemkab melibatkan juga seluruh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang ada di Lombok Timur. Karena dalam pemberian sanksi denda hanya bisa dilakukan oleh PPNS.

“Kami memanggil seluruh PPNS ini, supaya dia bisa membantu kegiatan di pasar dan di tempat-tempat keramaian,” kata dia.

“PPNS kita di Lombok Timur ini baru 10. Kami memanggil seluruh PPNS ini. Karena yang berhak memberikan denda itu kan PPNS, tidak boleh dari yang lain. Otentiknya harus dari PPNS,” terangnya.

Namun kembali Taofik menekankan bahwa pemberlakuan denda adalah tujuan antara dalam pencegahan penularan Covid-19. Agar memberikan efek jera bagi masyarakat yang mengabaikan penggunaan masker.

Razia juga akan rutin dilaksanakan menyasar berbagai lokasi. Mulai dari jalan raya, pasar, fasilitas umum, serta pusat-pusat keramaian di Lombok Timur.

“Mengapa kita ambil perbatasan untuk hari pertama, supaya ini juga tersosialisasi bagi siapa saja warga Lombok Timur, yang melintas di Jenggik itu,” tuturnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.