Berbagi Berita Merangkai Cerita

Lotim Cegah Covid-19, Lotim Tak Kunci Diri

0 9

Selong, DS-Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur M. Juaini Taofik menegaskan Lombok Timur dalam kasus penyebaran covid-19 tidak mengunci diri. Semua upaya yang dilakukan bertumpu pada hasil rapat tingkat pimpinan di Kantor Gubernur NTB, Ahad (15/03).

Karenanya pada rapat koordinasi yang berlangsung Senin (16/03) di Rupatama I Kantor Bupati Lombok Timur ia mengajak semua pihak bersinergi dalam upaya pencegahan meluasnya kasus Covid-19, kendati belum ada warga masyarakat yang terpapar.

Juaini juga mengingatkan agar seluruh pihak tidak panic menghadapi situasi saat ini, sebab Pemerintah telah mempertimbangkan sejumlah hal dalam upaya pencegahan, mulai dari pengetatan di seluruh pintu masuk wilayah, kesiapan RSUD dr. R. Soedjono Selong sebagai salah satu rumah sakit rujukan, merumahkan siswa sekolah kecuali yang tengah melaksanakan ujian, serta menunda pelaksanaan seluruh kegiatan yang melibatkan massa (dalam jumlah besar).

Kendati akses masuk diperketat, Juaini mengingatkan bahwa arus lalu lintas barang untuk kebutuhan pokok tetap dijamin kelancarannya. Dukungan OPD dalam menjaga stabilitas dan ketersediaan kebutuhan pokok melalui operasi pasar akan digelar. Langkah ini juga menjadi bagian upaya menjaga psikologis masyarakat.

Kaitannya dengan itu, Sekda mengajak media sebagai sumber informasi mendukung upaya Pemerintah untuk menjaga kondusivitas, utamanya psikologis masyarakat melalui pemberitaan.

Pemerintah dalam kaitan ini membentuk Tim Media Centre sebagai upaya memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat atas Covid-19. Setiap informasi terkait perkembangan kasus Covid-19 hanya boleh keluar dari Tim ini. Dengan demikian masyarakat memperoleh informasi terpercaya. Keberadaan tim ini diharapkan menangkal hoaks yang kerap muncul berujung pada kesalahpahaman dan kepanikan.

Pada rapat yang dihadiri Forkopimda, Asisten dan Kabag lingkup Sekretariat Daerah serta Kepala OPD tersebut, ditegaskan upaya pencegahan menjadi penting mengingat belum ditemukannya obat untuk Covid-19. Namun demikian, pemerintah memastikan tertanganinya masyarakat yang terduga (suspect) Covid-19 di RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Dari sisi pendanaan, BPKAD memastikan siap melakukan perubahan anggaran pada masing-masing OPD yang terkait upaya pencegahan Covid-19. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 6/KM.7/2020 Tentang Penyaluran DAK Fisik Bidang Kesehatandan Dana Bantuan Operasional Kesehatan dalam Rangka Pencegahan dan/atau Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-2019), penggunaan DAK Fisik dapat dilakukan melalui revisi rencana kegiatan. Apabila belum terdapat menu kegiatan untuk pencegahan dan/ataupenanganan Covid-19, pemda dapat menambah menu tersebut secara langsung.

Seluruh yang hadirpada rapat ini mendapat edukasi penggunaan masker, pengecekan suhu tubuh, dan teknik cuci tangan yang benar.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, di Lombok Timur terdapat dua orang dalam pengawasan,sementara dalam pemantauan berjumlah 8 orang. Dari jumlah itu 5 diantaranya dinyatakan sehat.hm

Leave A Reply