Berbagi Berita Merangkai Cerita

Lombok Timur Punya Kantor BMKG di Ruangan Sekda

56

SELONG, DS – Pemkab Lombok Timur saat ini memiliki alat Warning Receiver Sistem (WRS) atau Sistem Penerima Peringatan, yang diletakkan di ruangan Sekda.

WRS adalah alat diseminasi informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami, serta informasi BMKG lain yang digunakan BMKG Pusat untuk menyebarluaskan informasi kepada lembaga perantara.

Sederhananya, fungsi WRS adalah untuk mengetahui terjadinya gempa secara real time. Karena alat tersebut terhubung langsung dengan alat yang ada di BMKG pusat.

“Jadi kalau kita istilahkan, kantor BMKG ada di ruangan Sekda,” ucap Sekda Lombok Timur, H.M Juaini Taofik, saat ditemui wartawan di ruangannya, Senin (06/07/2020).

Alat tersebut dapat memberitahukan adanya gempa bertepatan dengan terjadinya guncangan. Berbeda dengan aplikasi BMKG yang tersedia di playstore. Yang memiliki jeda waktu antara terjadinya gempa dengan munculnya notifikasi.

Meskipun demikian, WRS yang ada diruangan Sekda tersebut, untuk sementara hanya dapat terhubungkan dengan 20 telepon pintar. Sehingga untuk menghubungkannya dengan telepon pintar, harus lebih selektif.

Sebagai langkah awal WRS tersebut, akan dihubungkan dengan telepon pintar milik Camat yang berada di kawasan pesisir. Dengan maksud, Camat setempat dapat lebih cepat mengevakuasi warga, apabila terjadi gempa yang berpotensi Tsunami.

“Kalau saya lihat, yang paling efektif itu untuk mengantisipasi Tsunami. Misalnya kita ambil yang pinggir-pinggir pantai, yang akan kita sambungkan dengan receiver yang ada di sini,” ujar Sekda.

Alat yang baru didatangkan sekitar dua minggu lalu ini, memberikan peringatan gempa dengan suara. Serta, dilengkapi peta lokasi sebaran gempa yang terjadi di seluruh Indonesia.

Sekda pun merencanakan untuk kembali ke BMKG pusat, agar kuota telepon pintar yang dapat terhubung ke WRS tersebut, ditambh.

“Nanti kita mau kembali ke BMKG. Harapan kita, di 21 Kecamatan itu ada. Karena kita kan Negara kepulauan, dampaknya tidak hanya di pinggir pantai saja,” pungkasnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.