Berbagi Berita Merangkai Cerita

Lomba Pidato ala Bung Karno Peringati Hari Lahir Pancasila

102

FOTO. Inilah poster lomba pidata Bung Karno untuk masyarakat umum. Inzet. Ketua DPC PDIP Kota Mataram Ir Made Slamet (tengah) didampingi Sekretarisnya Nyayu Ernawati (kiri) saat memberikan keterangan persnya. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Mataram pada Hari wafatnya Bung Karno, 21 Juni, menggelar lomba pidato ala Bung Karno.

Direncanakan, kegiatan yang merupakan rangkaian Bulan Bung Karno itu akan dilakukan dengan seminar Nasional secara daring mengenai Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram Ir Made Slamet mengatakan, kegiatan pidato ala Bung Karno itu terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat.

“Para peserta yang mengikuti lomba pidato harus mempunyai akun media sosial Facebok dan Instagram. Nantinya, mereka di wajibkan meng-upload video berdurasi tiga sampai lima menit ke akun media sosialnya dan selanjutnya memfolow akun Instagram dan Facebook PDI Perjuangan Kota Mataram,” kata Made pada wartawan di kantor DPC PDI Perjuangan setempat, Kamis (10/6).

Menurut Anggota DPRD NTB, dalam lomba pidato itu, para peserta harus memilih dua tema yang sudah ditetapkan. Yakni, Pancasila mempersatukan keberagaman dan memperingati hari lahir Pancasila.

Sebab, kegiatan lomba pidato dan seminar nasional itu, merupakan tradisi dari PDI Perjuangan memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno.

“Ini juga menjadi hari besar Republik Indonesia untuk mengingat perjuangan Soekarno sebagai Bapak Proklamator kita yang memperjuangkan hak-hak asasi kita,” ujar Made.

Ia lantas menjelaskan pada bulan Juni selain Hari Lahir Pancasila, juga Bulan Bung Karno karena Bung Karno lahir dan meninggal pada bulan Juni dan perjuangannya banyak pada bulan Juni.

DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, walaupun di tengah wabah pandemi Covid-19 tetap mampu untuk mengelar acara lahirnya Pancasila dan Bung Karno.

Seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan, khususnya Kota Mataram, lanjut dia, sudah turut berpartisipasi sejak tanggal 1 Juni melakukan sejumlah kegiatan.

Di antaranya, melakukan pemotongan tumpeng di kantor DPC yang dilakukan dengan mengunjungi masyarakat di wilayah Kota Mataram yang tengah tergolek lemas di rumahnya. Serta, melakukan kegiatan baksos dan bersih-bersih di Pantai Mujang, Lingkungan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram di hari lingkungan hidup.

“Kami tidak melihat kehebatan, kepiawaian, tetapi pada makna dari terjemahan Pancasila yang disampaikan melalui puisi dan pidato sudah sangat menjiwai Pancasila,” tegas Made.

Ia yang didampingi Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Nyayu Ernawati menuturkan, Pancasila saat ini harus tetap digaungkan karena masih banyak yang ingin menganggu Pancasila. Namun, dia yakin masih lebih banyak yang menginginkan Pancasila tetap terus ada yang menjadi perekat di tengah masyarakat.

“Maka Webinar nasional dengan menghadirkan para tokoh-tokoh dan akademisi. Di antaranya, H. Lalu Bayu Windia selaku Budayawan, Prof TGH Masnun Tahir (Ketua PWNU NTB), Doktor Lalu Wira (Akademisi Unram) serta, Raden Nuna Abriadi dari kalangan internal partai akan bisa membedah harapan bangsa, khususnya para pahlawan, bahwasanya Pancasila adalah perekat dan pemersatu bangsa Indonesia,” tandas Made Slamet. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.