Berbagi Berita Merangkai Cerita

Listrik dan Air Bersih Paling Banyak Dikeluhkan di NTB Care

0 17

MATARAM, DS- Dua kebutuhan vital masyarakat, yakni listrik dan air bersih, kembali dikeluhkan warga karena kembali bermasalah selama sepekan pasca pelaksanaan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Kedua kebutuhan dasar warga yang selama ini tak diperoleh secara gratis tidak memberikan pelayanan terbaiknya. Padahal iuran pembayarannya senantiasa naik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB Gede Putu Aryadi menyatakan, sebanyak 13 keluhan yang disampaikan masyarakat melalui aplikasi NTB Care tersebut lebih banyak terkait gangguan layanan air minum di tiga titik pemukiman warga di tiga wilayah di Pulau Lombok. Yakni, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat dan Kota Mataram.

Salah satunya pengaduan warga dari komplek perumahan Rungkang Jangkuk Kota Mataram, yang melaporkan sudah sepekan ini air PDAM macet tanpa ada penanganan dari petugas.

“Keluhan serupa juga masuk dari warga di komplek Pepabri di Lombok Tengah, warga mengadu lewat NTB Care, di wilayahnya saat ini terjadi krisis air bersih selama sepekan pasca-Idul Fitri ini,” ujar Aryadi menjawab wartawan, Senin (17/6).

Menurut dia, keluhan lain yang masuk melalui aplikasi NTB Care, diantaranya menyangkut layanan PLN berjumlah tiga aduan. Tak hanya itu, masalah tumpukan sampah, baik pada obyek-obyek wisata maupun pemukiman warga yang berada di Pulau Sumbawa maupun di Pulau Lombok juga masuk pada keluhan di aplikasi NTB Care.

“Kotornya Pantai Kalaki Bima dan sejumlah kawasan wisata serta pemukiman lainnya. Selebihnya, keluhan netizen terkait bantuan pembangunan rumah terdampak gempa sebanyak dua aduan serta kondisi infrastruktur wilayah, seperti infrastruktur jalan rusak di sejumlah ruas jalan di Pulau Sumbawa. Salah satunya adalah ruas jalan menuju kawasan wisata Mantar di Kabuoaten Sumbawa Barat (KSB) yang kondisinya memprihatinkan,” jelas Aryadi.

Ia menyatakan, keluhan warga juga masuk dari Bima terkait perhatian Pemprov NTB pada pengembangan pendidikan di lembaga pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes). Padahal, keberadaan Ponpes selama ini cukup berperan dalam memajukan daerah, khususnya membangun pendidikan dan moral generasi bangsa. “Tapi dari aduan yang kita terima, justru hibah atau bansos lebih banyak disalurkan ke lembaga lain. Keluhan ini telah kita teruskan ke pak gubernur,” ucap Ariyadi.

Di samping pengaduan yang terkait dengan pelayanan publik. Diskominfotik NTB pada minggu ini juga telah menerima satu pengaduan terkait dugaan pungutan liar (pungli) pada lembaga pelayanan publik.

“Kami sudah langsung menyalurkan ke instansi terkait melalui WBS pada NTB Care,” kata Ariyadi. Mantan Irbansus pada Inspektorat NTB mengaku, seluruh keluhan terkait pelayanan publik, semuanya telah diteruskannya pada pengelola layanan, melalui admin/petugas yang telah ditunjuk di instansi yang bersangkutan.

Pihaknya berharap agar instansi yang bersangkutan dapat responsif dan segera berkoordinasi dengan seluruh stakeholder yang terkait untuk menanganinya.

Meski demikian, Aryadi tak menampik masih ada di beberapa unit layanan yang responnya “lelet” terutama dari instansi diluar pemprov NTB. Diantaranya, BUMN dan BUMD, instansi vertikal di daerah, termasuk pemerintah kabupaten/pemerintah kota, misalkan keluhan tentang air minum, listrik, pelayanan JKS, layanan akta nikah, layanan perbankan dan lain-lain.

“Pantauan kami, responnya sering lambat, bahkan tidak merespon. Padahal sebelumnya pada level pimpinan lembaga/unit layanan tersebut, komitmennya sangat tinggi. Dan sudah ada kerja sama dengan Gubernur NTB dalam pengelolaan dan penanganan pengaduan masyarakat melalui aplikasi NTB Care ini,” tegasnya.

Aryadi menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya selaku pengelola teknis NTB Care akan mengundang admin/seluruh petugas di instansi tersebut untuk mengkonsolidasikan pengelolaan NTB Care agar lebih intens dan masif. “Konsolidasi ini penting agar seluruh aduan masyarakat bisa langsung direspon dengan cepat tanpa harus menunggu,” tandasnya. RUL.

Leave A Reply