Berbagi Berita Merangkai Cerita

Lintas OPD Siap Kolaborasi dalam PKSAI Tuntaskan Masalah Kerentanan Anak di Kota Mataram

25

Pertemuan integratif PKSAI Kota Mataram

MATARAM,DS-Lintas OPD yang terdiri dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dukcapil Kota Mataram, yang tergabung dalam sistem Pusat Kesejahteraan Anak Integratif (PKSAI) akan mengeroyok untuk menuntaskan kerentanan anak di Kampung Butun Indah, Kecamatan Sabdhubaya, Kota Mataram. Terdapat juga sejumlah kampung yang direncanakan dilayani secara terpadu.

Di kawasan Butun Indah terdata sedikitnya 41 anak yang memiliki masalah kependudukan. Selain itu, satu anak diperkirakan memiliki sedikitnya dua persoalan yang berkaitan dengan hak-hak sipil sebagai anak, baik di bidang sosial, kesehatan maupun pendidikan. Hal ini belum termasuk masalah yang menimpa kedua orangtuanya.

Dalam pertemuan lintas OPD PKSAI yang berlangsung di pesisir Tanjung Bias, Kecamatan Batulayar, Rabu (21/10), mengemuka jika sebagian besar warga di kampung yang terpapar kerentanan tersebut berprofesi sebagai pemulung.

Pertemuan itu sendiri berupaya mencari jalan keluar agar penanganan kerentanan anak melalui PKSAI berlangsung secara integratif dan menyeluruh. Dalam kaitan peran kolaboratif itu mencoba dicari formula yang efisien dalam pelayanan, baik berkaitan dengan sistem pencegahan maupun dalam sistem penanganan agar anak tidak berada dalam ancaman keselamatan dan tumbuh kembang.

Sementara itu dua fokus pemberian layanan PKSAI meliputi mitigasi (intevensi dini) dan respon (penanganan kasus secara tuntas). Pada mitigasi dilakukan upaya pengurangan faktor resiko dan penguatan faktor pelindung dari tingkat anak hingga lingkungan, sedangkan pada respon berupa penganganan dampak langsung dan lanjutan dari peristiwa terhadap anak dan keluarga secara  fisik, psikis, sosial hingga ekonomi.

Kota Mataram sendiri menempati urutan pertama di Indonesia dalam intervensi kerentanan anak melalui keterpaduan antarlayanan PKSAI.Jumlah pelayanan yang mencapai 4.900 ditahun 2020 menempati posisi puncak bahkan diatas Tulungagung yang menjadi percontohan PKSAI.

Kasi Rehsos dan Pelananan Anak dan Lanjut Usia Dinas Sosial Kota Mataram yang juga menduduki posisi kesekretariatan PKSAI Kota Mataram, Lalu M. Aulia Husnurrido, mengemukakan ditahun ini masih memiliki kuota bantuan kepada140 anak di Kota Mataram. Karena itu, pihaknya ingin mengkombinasikan bantuan itu dengan pelayanan lain di bidang kesehatan, pendidikan maupun administrasi kependudukan. Besar kemungkinan anak-anak bersangkutan memiliki problem ikutan sehingga dengan kolaborasi itu problem anak bisa dituntaskan.

Berbagai Kerentanan Anak

Dalam pertemuan tersebut mengemuka beberapa persoalan kerentanan anak di Kota Mataram seperti mengalami pelecehan seksual, korban kekerasan, gizi buruk, terancam DO, terdampak corona, tidak memiliki NIK sehingga tidak naik kelas, nikah siri, dan lain-lain.

Ridho menuturkan terdapat satu keluaga dengan sembilan orang anak dengan profesi sang ayah sebagai buruh kasar. Karena itu, berbagai persoalan terjadi dalam rumah tangga itu termasuk diantaranya kekerasan. Salah satu kasus yang menimpa anak-anak dalam keluarga ini adalah di bidang pendidikan karena sekolahnya jauh dari rumah sedangkan mereka tidak memiliki biaya transportasi.

Hal yang juga mengkhawatirkan, tambah Fatma dari sakti Peksos, di Kota Mataram ada satu bayi yang kedua orangtuanya diisolasi karena Covid. Sang bayi akhirnya diasuh bibinya yang secara ekonomi tidak mendukung untuk pemenuhan gizi bayi bersangkutan. Terdapat juga kasus ibu melahirkan tanpa suami dan bidan yang semena-mena menyerahkan bayi itu kepada seseorang tanpa mengetahui siapa yang “mengadopsi”-nya.

Dalam soal anak-anak yang terancam putus sekolah, Sri Kamasiah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram, mengemukakan bahwa pihaknya bisa melakukan home visit untuk mengajar siswa tidak mampu di rumahnya masing-masing. “Satu anak pun bisa didatangi untuk belajar,” katanya seraya menambahkan terdapat pula PKBM yang siap melayani anak-anak bermasalah itu. ian

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.