A place where you need to follow for what happening in world cup

Libatkan TNI dan Polri, Gugus Tugas Covid 19 Targetkan Mataram Zona Hijau

107

FOTO. Dirut RSUD dr H Lalu Herman Mahaputra menyerahkan 1.100 reageng pada 11 Puskesmas di Kota Mataram yang diwakili oleh Sekdis Kesehatan Kota Mataram disaksikan Anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Mataram Kapolres dan Dandim. (FOTO. Rul)

MATARAM, DS – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram membagikan sebanyak 1.100 reagen pada 11 Puskesmas di Kota Mataram. Langkah itu dimaksudkan untuk mempercepat uji sampel spesimen virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19,

Pembagian ribuan reagen untuk menyukseskan program swab antigen secara acak dan bersifat masif yang kini dicanangkan di Mataram berlangsung di lantai lima gedung RSUD Kota Mataram yang dilakukan Dirut RSUD dr H Lalu Herman Mahaputra pada 11 Kepala Puskesmas di Kota Mataram yang diwakili oleh Sekdis Kesehatan Kota Mataram, Selasa (2/2).

“Prinsipnya kenapa reagen ini kita bagikan ke Puskesmas tidak lain agar percepatan penanganan Covid-19 dengan tracing yang kontak erat dengan pasien bisa masif dan terukur kita lakukan,” ujar dr H Lalu Herman Mahaputra pada wartawan.

Dokter Jack yang juga anggota Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram mengungkapkan, pelibatan para Camat, Dandim dan Kapolres sangat diperlukan dalam tracing tersebut.

Hal ini agar pengawasan mereka yang kontak erat oleh jajaran Puskesmas dapat diawasi dan dikontrol oleh jajarannya di masing-masing wilayah. Yakni, jika TNI sudah jelas Dandim akan menugaskan Danramil juga para Babinsanya.

“Begitupun Kapolres akan menugaskan Kapolsek dan Babinmaspolnya untuk turut membantu pelaksanaan tracing oleh pihak Puskesmas. Jadi, efektifitas ribuan reagen yang kita targetkan dua hari bekerja akan bisa maksimal di lapangan,” tegasnya.

Dokter Jack menuturkan, kerja bareng yang bersifat keroyokan sangat diperlukan dalam penanganan Covid-19. Apalagi, fasilitas kesehatan, mulai Rumah Sakit dan Puskesmas di kabupaten/kota di NTB, dituntut dapat bekerja cepat dalam memberikan pelayanan dan penanganan Covid-19 yang tentu akan berbasis data.

Namun anehnya, panduan data satu pintu belum jelas diberikan. Khusunya, oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagai induk dari Dikes kabupaten/kota.

“Kami minta ada panduan data mana yang akan kita pakai. Apakah buku kuning, hijau atau oranye. Kalau semua data itu bisa singkron dan satu pintu. Maka, angka pasien sembuh Covid-19 akan juga bisa naik dan tergambarkan dengan jelas yang bukan seperti sekarang ini,” tandasnya.

Dokter Jack mengatakan, beban kepada masyarakat tidak boleh terlalu berat, apalagi untuk melakukan pemeriksaan spesimen. Sejauh ini, mereka yang kontak erat dilakukan tracing itu seharusnya gratis.

“Di Kota Mataram karena reagen sudah kita bagikan ke Puskesmas, maka tidak boleh ada pungutan sebesar apapun. Itu, semuanya gratis. Semoga cara kita ini bisa juga dilakukan di daerah lainnya di NTB, ” tegasnya.

Lebih lanjut, Dokter Jack kembali mengingatkan setiap anggota masyarakat agar tak abai terhadap protokol kesehatan yang mencakup 5M, yaitu #pakaimasker, rajin #cucitangan dengan sabun, serta #jagajarak dan menghindari kerumunan.

Menurutnya, penularan Covid-19 terjadi antarmanusia dan tergolong sangat mudah terjadi. Orang yang paling mungkin menularkan virus tersebut adalah yang berinteraksi secara dekat, termasuk sesama anggota keluarga dan rekan kerja.

“Oleh karena itu, setiap anggota keluarga dan setiap anggota masyarakat harus saling mengingatkan. Dan di Mataram, program swab antigen secara acak dan bersifat masif wajib juga terus menyolisasikan Prokes Covid-19,” pungkas Dokter Jack. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas