Berbagi Berita Merangkai Cerita

Libatkan Masyarakat dan Stakeholder, Danrem Ingin Semua Pihak Pahami Tahapan Penanggulangan Bencana Gempa Bumi

26

FOTO. Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani didampingi Pjs Bupati KSB saat memantau jalannya Latihan Gladi Posko II Penanggulangan Benca Alam, Di Kodim 1628 /Sumbawa Barat. (FOTO. Kasdim KSB/DS)

MATARAM, DS – Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani memimpin langsung jalannya latihan taktis penanggulangan bencana alam gempa bumi di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (3/11).

Menariknya, kegiatan tersebut tidak saja diikuti kalangan TNI. Namun seluruh stake holder terkait. Diantaranya, jajaran Polres Sumbawa Barat, Pemkab KSB, Tagana, PMI, KNPI serta mahasiswa, Pramuka dan masyarakat setempat juga terlibat aktif dalam kegiatan itu.

Danrem 162/WB mengatakan, hari ini kegiatan latihan masuk pada tahapan dril taktis. Yakni, menggambarkan kejadian sebenarnya melibatkan seluruh stakeholder.

“Bahkan, tadi mahasiswa, pramuka dan masyarakat juga kita ajak agar bisa melatih seluruh stakeholder di Kabupaten Sumbawa Barat agar mengerti dan memahami langkah-langkah dan tahapan-tahapan penanggulangan bencana khususnya dalam fase tanggap darurat apabila terjadi gempa bumi,” kata Danrem dalam siaran tertulisnya, Selasa (3/11).

Ia menegaskan, dalam fase tanggap darurat apabila terjadi gempa bumi, maka siapapun harus tahu langkah-langkah dan tahapan-tahapan yang harus dilakukan.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dan stake holder dapat meminimalisir jumlah korban maupun akibat dari gempa bumi tersebut.

“Kegiatan latihan hari ini juga kita sinergikan dengan kegiatan bakti sosial pemberian paket sembako dan pembagian masker kepada masyarakat terdampak covid-19. Sebab, kehidupan masyarakat semakin hari, justru semakin sulit. Jadi perlu adanya bantuan dan sentuhan dari kami kepada masyarakat terdampak covid-19,” ungkap Danrem.

Sementara itu, latihan taktis penanggulangan bencana alam tersebut diskenariokan menyerupai kondisi yang dialami saat tanggap darurat. Diantaranya, setelah terjadinya gempa bumi berdasarkan hasil pengkajian dari Tim Reaksi Cepat BPBD Sumbawa Barat yang dilaporkan kepada Bupati Sumbawa Barat.

Sehingga, melalui rapat terbatas ditetapkan status kebencanaan, dan atas seijin Danrem 162/WB. Selanjutnya, Bupati KSB menunjuk Dandim 1628/KSB sebagai IC di wilayah setempat.

Setelah itu, dilaksanakan Gelar Pasukan dan pendirian Posko Satgas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) beranggotakan unit-unit yang siap operasional dalam mendukung tugas mempercepat proses penanggulangan bencana alam.

Mereka untuk selanjutnya bergerak memberikan bantuan evakuasi dan penyelamatan, mendirikan tenda pengungsian maupun tenda pelayanan, mendirikan dapur umum maupun menyiapkan dan mengatur tehnik pedistribusian logistik serta tim psikologi trauma healing, dan media center satgas. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.