Berbagi Berita Merangkai Cerita

Lewat Jangzulmi, Gubernur dan Wagub NTB Sosialisasikan JPS Gemilang

0 21

Mataram,DS – Program Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi (Jangzulmi) kembali menyapa warga NTB. Melalui program ini, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, terus berupaya untuk tetap menjaga komunikasi langsung dengan warga di NTB.

Protokoler Jangzulmi kali ini disesuaikan dengan kebijakan pembatasan sosial dan pembatasan fisik. Karenanya, dipilih jalur daring yang akan memanfaatkan saluran streaming melalui media sosial facebook, YouTube dan instagram Humas NTB juga disiarkan lebih dari 38 Jaringan radio se-NTB.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Zul menyampaikan kepada seluruh warga NTB tentang berbagai aktivitas serta program Pemerintah dalam penanganan pendemi Covid-19 di NTB.

“Di satu sisi kita meminimalisir penyebaran wabah ini, dengan social distancing, physical distancing, stay at home dan kebijakan lain namun kita juga harus memikirkan dan mengantisipasi dampak sosial ekonomi pada masyarakat. Jangan sampai stay at home tapi masyarakat sengsara tidak memiliki pemasukan,” jelas Gubernur seraya berharap berbagai kebijakan Pemerintah pusat dan Provinsi juga dapat didukung oleh seluruh Kabupaten /kota dan Desa di NTB.

“Paket JPS dari pusat belum mampu untuk meng-cover seluruh warga terdampak di NTB sehingga Pemerintah Provinsi meluncurkan program JPS Gemilang kepada 105.000 KK terdampak, namun masih ada 12.000 warga belum tercover . Kami berharap Pemerintah di tingkat kab/kota bisa membuat program untuk menyasar warga tersebut. Pemerintah Desa juga bisa menggunakan dana desa,” jelas Bang Zul, sapaan akrab Gubernur.

Gubernur mengatakan warga NTB yang sudah terakomodir dalam program JPS Pemerintah Pusat tidak akan mendapatkan bantuan program JPS Gemilang sehingga tidak terjadi duplikasi dan warga penerima manfaat lebih merata. Gubernur juga menjelaskan alasan JPS Gemilang menggunakan produk lokal dari IKM dan UMKM NTB.

“JPS Gemilang isinya adalah produk IKM dan UMKM kita di NTB. Harga minyak goreng UKM rumahan jelas lebih mahal karena diolah langsung dengan peralatan seadanya dan penuh ketelatenan, bersifat transfer knowledge dengan nilai intrinsik yang mahal,” terang Gubernur.

Gubernur menjelaskan proses berharga tersebut. Di Lombok Timur/Sekotong misalnya, produsen kelapa memeras dengan sangat sederhana, menggunakan tangan menghasilkan minyak kelapa.

“Semua negara berkembang memang mengawalinya dengan produk yang lebih mahal kualitas rendah karena proses yang dilalui, namun di sana ada pembelajaran dan itu yang perlu untuk dihargai,” jelas Bang Zul. “Pembelajaran pasti mahal awalnya namun lama lama bisa diberikan mesin untuk memproduksi barang sendiri baik masker, minyak goreng dan lainnya sehingga bisa mampu menyuplai sampai dunia global,” harapnya.

Sementara itu Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M. Ld berpesan kepada warga NTB untuk tidak mengucilkan warga yang positif Covid-19. “Penyakit ini butuh kedisplinan dan kesadaran dari masing masing individu untuk mengikuti aturan-aturan individu sehingga bisa melalui masa wabah corona ini dengan baik,” jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari warga melalui telepon, juga sesi menjawab pertanyaan dari warganet via Facebook. Hm

Leave A Reply