Berbagi Berita Merangkai Cerita

Lawan Sikap Presiden Macron, MUI NTB Serukan Umat Islam Boikot Produk Prancis

35

MATARAM, DS  – Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB angkat bicara terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. MUI NTB mengaku jika Pernyataan Macron dinilai melukai perasaan dua miliar muslim yang ada di dunia.

Ketua MUI NTB, Prof. Saiful Muslim mengecam keras sikap Presiden Macron. Sehingga, sikap MUI NTB searah dengan MUI pusat.

“Menghina Nabi Muhammad bagi umat Islam harus dikecam. Sebagai umat Islam wajib membelanya,” tegas Saiful saat dihubungi dari Mataram, Minggu (1/11).

Tidak hanya itu, MUI NTB juga mengajak masyarakat untuk memboikot produk Prancis. Itu dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap sikap Presiden Macron yang melecehkan Islam dan Rasulullah.

“Termasuk upaya boikot produk Prancis. Seruan itu satu komando dari MUI pusat,” ujarnya.

Pidato kontroversi Macron bermula pasca insiden pemenggalan seorang guru di Prancis akibat menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dari majalah Charlie Hebdo.

Presiden Macron kemudian memberikan pernyataan kontroversi yang dinilai mendukung penerbit karikatur Nabi Muhammad di majalah sebagai bentuk kebebasan berekspresi. Dia juga mengeluarkan pernyataan menyebutkan Islam saat ini adalah agama yang mengalami krisis.

Serangan juga terjadi di Nice Prancis belum lama pasca terjadi insiden pemenggalan guru. Tiga orang dikabarkan tewas dalam aksi tersebut.

Prancis juga telah mengumumkan keadaan darurat akibat aksi teror tersebut. Mereka melakukan pengamanan level tinggi pada kota-kota di sana.

Selain itu penjaga Konsulat Prancis di Jeddah ditikam. Aksi penikaman dikabarkan rentetan dari kasus di Prancis. Sementara, beberapa negara mayoritas muslim menyerukan boikot produk Prancis. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.