Berbagi Berita Merangkai Cerita

Launching Bus Disabilitas, Wagub : NTB, Provinsi Pertama Ramah Penyandang Disabilitas di Indonesia

31

MATARAM, DS – Layanan bus ramah bagi penyandang disabilitas yang dilaunching Pemprov adalah upaya mengukuhkan NTB menjadi Provinsi yang ramah disabilitas.

Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, sejak awal pihaknya berkomitmen  bersama Gubernur Zulkieflimansyah menjadikan Provinsi NTB tempat yang ramah bagi semua. Salah satunya penyandang disabilitas.

Untuk itu, semua arah pembangunan juga dihajatkan untuk memberi kenyamanan pada penyandang disabilitas di NTB.

“Prinsipnya, pembangunan di NTB harus juga memberi tempat pada penyandang disabilitas. Makanya, launching bus disabilitas ini adalah upaya kita menjadikan Provinsi NTB ramah pada penyandang disabiltas,” kata Wagub saat menyampaikan sambutannya pada Lounching Bus Disabilitas dan penyerahan Sertifikat Uji Tipe Sepeda Listrik di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Rabu (16/12).

Wagub menegaskan, keberadaan penyandang disabilitas di NTB bukan beban negara. Melainkan aset pembangunan. Untuk itu, pembangunan berkelanjutan secara inklusif harus sejalan dengan prinsip Konvensi Hak Penyandang Disabilitas di berbagai wilayah. Baik tingkat kota, kabupaten, maupun desa.

“Khusus di NTB, penyandang disabilitas harus dan wajib diakomodir apapun karya mereka. Disini, penyandang disabilitas itu kita berikan porsi lebih untuk mereka bisa terus berkembang mengembangkan jati dirinya,” tegas Rohmi.

Saat ini, ada tiga unit bus disabilitas yang sudah siap untuk beroperasi, antara lain satu unit bus di Pulau Lombok, serta dua unit bus untuk Pulau Sumbawa yang mencakup Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) serta Dompu dan Bima.

“Insya Allah, NTB adalah Provinsi yang ramah dan nyaman untuk penyandang disabilitas,” ungkap Wagub.

Dalam kesempatan itu. Wagub tak lupa mengingatkan agar seluruh warga NTB harus hidup produktif di masa pandemi Covid-19.

Mengingat, Covid-19 mengajarkan siapapun agar tidak menyerah dengan keadaan. Salah satunya, dengan tiga motor listrik hasil kreasi warga NTB. Yakni, Matrik yang merupakan binaan PLN di Bima,  NgebUTS dari Sumbawa dan Lebui dari Narmada.

“Kita harus hidup produktif dengan mengedepankan prokes Covid-19. Sekali lagi, Covid ini menjadi inspirasi untuk kita terus berlari karena tiga motor listrik NTB adalah bentuk NTB tidak kekurangan inovasi ditengah keterbatasan,” tandas Wagub Sitti Rohmi Djalilah

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan NTB
HL. Bayu Windia mengatakan, kegiatan launching Bus Disabilitas dan penyerahan Sertifikat Uji Tipe Sepeda Listrik adalah rangkaian HUT NTB ke-62 yang jatuh pada 17 Desember ini.

Menurut Bayu, bus disabilitas yang diluncurkan pihaknya kali ini telah menuai atensi dari para duta besar negara luar negeri. Salah satunya Australia yang mengatensi khusus program tersebut.

“Bis disabilitas NTB Gemilang ini adalah pertama NTB luncurkan baru di ikuti oleh Provinsi Jawa Barat. Alhamdulillah, bis ini juga menuai atensi pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, sehingga ditampilkan dalan website mereka,” kata dia.

Terkait penyerahan surat uji tipe (SUT) pada tiga motor listrik kali ini. Hal ini, agar motor buatan masyarakat NTB bisa dijual bebas kepada publik melalui e-Katalog.

Selain itu, SUT ini, merupakan kewenangan Gubernur sesuai aturan Kemenhub. Dimana, Dishub setempat memiliki delapan orang tenaga ahli yang memiliki kompetensi khusus untuk melakukan pengujian. Diantaranya, ketahanan listrik, rem, onderdil dan lainnya.

“Adanya SUT yang kita serahkan pada HUT NTB kali ini, maka penjualan motor listrik telah bisa diakses oleh siapapun. Apalagi, motor listrik Lebui, dalam seminggu sudah bisa memproduksi sebanyak dua unit. Jadi siapapun bisa akan pesen sesuai seleranya,” tandas Bayu Windia. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.