Berbagi Berita Merangkai Cerita

Latih Kedisiplinan Anak Binaan, Pengelola BSBR Labuapi Wajibkan Shalat Berjamaah

0 9

LOBAR, DS – Seluruh anak binaan Balai Sosial Bina Remaja (BSBR) Karya Mandiri di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat diwajibkan melaksanakan shalat Zuhur secara berjamaah setiap harinya.

Bertempat di salah satu ruang aula yang berada di pojokan dan disulap menjadi mushala BSBR, anak-anak binaan yang berasal dari berbagai wilayah di NTB itu secara bergantian melaksanakan shalat Zuhur.

Kendati berada di bangunan mushala yang cukup sederhana, namun para siswa binaan beserta pengelola BSBR terlihat khusuk beribadah melaksanakan shalat Zuhur . Apalagi, usai shalat secara berjamaah, salah satu siswa diwajibkan secara bergilir mengisi kuliah tujuh menit (kultum).

“Kewajiban melaksanakan shalat secara berjamaah adalah kewajiban yang rutin kita lakukan untuk melatih kedisiplinan siswa binaan agar mereka memiliki kepekaan dan ketaatan sebagai umat Islam,” ujar Kepala BSBR Karya Mandiri Bengkel, Wahyu Hidayat menjawab wartawan, Selasa (26/3), seraya menambahkan puluhan anak-anak binaan itu dengan kesadaran pribadi melaksanakan shalat secara berjamaah.

Menurut Wahyu, awalnya program shalat berjamaah yang dilanjutkan kultum itu, sangat sulit diterima oleh para anak binaan. Pasalnya, mereka datang ke panti dengan latar belakang berbeda. Ada yang sudah ditinggal orang tuanya sejak kecil dan mereka tinggal di jalanan. Ada juga anak binaan yang berasal dari keluarga broken home.

“Tapi dengan pola pendekatan yang dilakukan para guru dan pihak panti dengan mendekati mereka satu per satu. Alhmdulillah, kini, kami tidak lagi perlu memaksa. Dan ini terbukti bahwa siswa BSBR Karya Mandiri, misalnya dalam hal baris pada apel pagi, saat sekarang ini secara teratur meluruskan barisannya sendiri banjar dan safnya. Ini merupakan buah dari kesadaran yang telah melekat di hati anak binaan,” jelas Wahyu seraya berharap dengan kesadaran seperti itu dapat meningkatkan kedisiplinan dalam menuntut ilmu.

“Khusus program pembelajaran di kelas, kami rutin mengundang para tutor dari luar. Harapannya, dengan berbagai pengalaman yang dimiliki para tutor dari berbagai profesi dapat mengasah mental anak-anak binaan untuk bisa terus optimis, serta tidak minder manakala sudah keluar dari lokasi panti,” tandas Wahyu Hidayat. RUL.

Leave A Reply