Berbagi Berita Merangkai Cerita

Laskar Sasak Santuni 1.500 Anak Yatim, “Lombok Mercusuar” Tawarkan Adat sebagai Resolusi Berbagai Persoalan Bangsa

87

Pembina Laskar Sasak, Ir Wahyudi AS (pakai baju putih) yang juga Kabinda didampingi HL Putria, Wakabinda NTB dan tokoh adat seperti HL Imam Hambali, Dr Masnun Hambali dan lain-lain

LOTENG,DS – Laskar Sasak membagikan sebanyak 1.500 paket bantuan untuk anak yatim piatu, anak terlantar dan kaum dhuafa se Pulau Lombok. Penyerahan bantuan dipusatkan di Kedatuan Siledendeng, HL Putria, Minggu sore (9/5) dengan memakai Prokes 19.

Ketua Laskar Sasak, Lalu Taharuddin, mengatakan pembagian paket tersebut dilakukan secara simbolis yang diterima langsung oleh Kades se Kecamatan Pujut dan anak yatim. Teknisnya diantar ke masing masing desa agar tidak memberatkan.

Kades Ketara, L Buntaran, nampak senang dengan pembagian paket untuk anak yatim ini. ‘’Kalau ada kurangnya, desa yang akan menambah,’’ ujarnya.


Pemberian paket yang dirangkai dengan silaturrohim bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh budaya dengan ikon Lombok Mercusuar, menurut Putria, dimaksudkan agar jangan sampai pembangunan di Lombok Tengah sebagai pusat wisata internasional menghilangkan jati diri Sasak.


Acara yang diinisiasi Laskar Sasak bekerjasama dengan Nindya Karya tersebut dihadiri Kabinda NTB, Wahyudi Adisiswanto, Ketua Yayasan RSI, pejabat setempat dan Kades se Kecamatan Pujut.

Kabinda NTB, Ir Wahyudi AS yang juga pembina Laskar Sasak sangat mengapresiasi ide tersebut hingga Laskar Sasak menggalang bantuan. ‘Bahkan langkah tersebut diatensi atasannya. Sampai-sampai Sekretaris utama BIN, Komjen Bambang SW SH Mhum, menelepon dan memberitahukan kalau pihaknya menyiapkan 1.500 paket bantuan.


Terkait Lombok Mercusuar, kata dia, sudah dipresentasikan di tingkat nasional yang nantinya momentum itu menghadirkan tokoh-tokoh adat seluruh Indonesia. Nama Lombok Mercusuar itu sendiri tidak lepas dari ikhtiar menjadikannya cahaya penuntun.

‘’Jadi mercusuar itu dan Indonesia ini dalam gelombang gelapnya malam maka perlu penunjuk arah,’’ tegasnya. Program Lombok Mercusuar yang diinisiasi Laskar Sasak merupakan upaya menjadikan adat Sasak sebagai pilot project dalam memungsikan adat sebagai resolusi berbagai persoalan bangsa khususnya dalam konteks persoalan radikalisme dan sparatisme.


Laskar Sasak, kata Wahyudi, tak pernah minta minta sepeser pun. ‘’Jadi mereka ini ksatria, yang mengawal nilai-nilai adat dan budaya Sasak maka saya mau jadi pembina, dan adat Sasak bisa menjadi acuan adat di nusantara, kalau adat dikedepankan maka tidak ada sparatisme, dari Aceh sampai Papua, enggak ada,” ujarnya


Mamiq Putria mengutip lontar Sasak Adat Pendita Telu, menilai Lombok Mercusuar merupakan trilogi adat; masing-masing tatakrama hubungan manusia dengan Tuhan, tatakrama hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam dan lingkungan.

‘’Kalau ini diterima disemua agama bahkan disemua suku, itupun syariatnya berbeda beda, Kebetulan Sasak ini basiknya syariat Islam, saya pelajari dari budayawan Sasak ternyata Islam di suku Sasak jauh sebelum Islam di Pulau Jawa, dari Syeikh Rukunuddin Sumbar di abad 7, sebelum Majapahit,’’ urainya.

Lombok Mercusuar sendiri sudah digagas cukup lama Karena kendala Covid 19 acaranya diundur. “Saya harapkan sebagai momen silaturrohim para tokoh adat namanya konsolidasi. Konsolidasi kebulatan tekad, untuk menumbuhkembangkan adat di Bumi Lombok ini,’’ katanya seraya menambahkan dengan doa lebih 1000 yatim akan menjadi berkah bagi Lombok Mercusuar.

HL Imam Hambali yang juga Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam menekankan jati diri Sasak harus tetap dipertahankan mulai dari pendidikan keluarga dan generasi muda. ‘’Tidak ada kata terlambat dan kita mulai dari Keluarga,’’ tegasnya,


Tokoh Sasak, Ir HL Anas Amrullah, melihat antara potensi generasi muda dan generasi milenial harus dicari pola komunikasi yang tepat untuk mengkokohkan budaya mengingat generasi sekarang beda dengan yang dulu.


Budayawan Sasak, Dr Masnun Hambali, mengatakan bahwa ucapan berkonseksensi hukum dan perbuatan berkonsekwensi peraturan. Karena itu, kedepan perlu konvensi yang menjadi bagian penting untuk dikomunikasikan dengan berbagai pihak sambil mencontohkan kasus yang ditanganinya.


YBM PLN melalui Habib Lutfi Sufi al Idrus, menilai perkembangan politik, ekononomi, sosial dan peran generasi muda penting untuk mengawal eksistensi dan jati diri bangsa. Sedangkan, tokoh agama, TGH M Ibrahim, mengatakan tokoh agama telah mempersiapkan mental sudah sejak dini.


Dialog yang berlangsung sekitar 1 jam itu menghasilkan poin penting dan strategis. Ketua Laskar Sasak, Mamiq Tahar mengatakan sudah menginventarisir agenda dan isu startegis tersebut untuk follow up. *

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.